Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Sore itu, udara dingin hujan menerpa teras cafe di tengah kota. Anna dan David duduk diam di depan kopi dan snack yang mulai dingin. Anna hanya memutar-mutar sendok di gelasnya, dengan mata menatap ke kejauhan.
“David, apakah kita masih seperti dulu?”
David meraih tangan Anna. “Kita selalu bersama, Anna. Apa yang membuatmu merasa seperti itu?”
Anna menarik tangannya perlahan. “Ini bukan tentang fisik, David. Ini tentang… jiwa kita. Apakah masih terhubung seperti dulu?”
…………
Pembaca yang budiman, hubungan berpasangan antara dua insan manusia itu tidak selamanya lempeng-lempeng saja. Sesekali hubungan bisa jadi berubah rumit, kadang ada ketidakpuasan, bahkan mungkin muncul kebosanan.
Padahal, umumnya kita menginginkan hubungan yang langgeng ‘till death do us part‘ dan bahkan kelak bersatu kembali di jannah. Maka, kita perlu memahami tanda-tanda keretakan hubungan agar bisa segera memperbaikinya.
Kalau tanda-tanda itu dimunculkan secara terang-terangan, kita bisa cepat mengetahuinya dan segera ambil tindakan. Masalahnya, yang lebih sering terjadi adalah silent signals. Tanda-tanda itu muncul dalam hening, dalam sunyi, dalam diam, yang bisa membuat kita jadi terperanjat saat sudah terlanjur membesar.
Nah, Berit Brogaard DMSci PhD, profesor yang juga direktur Lab Brogaard untuk Penelitian Multisensori di the University of Miami di Amerika Serikat, mengungkap 10 silent signs ketidakpuasan hubungan yang bisa berujung pada keretakan dan bahkan perpecahan.
1. Komunikasi Berkurang
Penurunan frekuensi atau kualitas komunikasi dapat mengindikasikan pasangan Anda sedang menarik diri secara emosional. Mereka jadi kurang responsif terhadap pesan-pesan Anda, menghindari percakapan mendalam, atau tidak tertarik berinteraksi dengan Anda.
2. Inisiatif Berkurang
Pasangan Anda menunjukkan kurangnya inisiatif dalam merencanakan aktivitas bersama, dalam mengambil keputusan, atau dalam kontribusi terhadap pertumbuhan hubungan dengan Anda. Kadang ia malah pasif atau tak acuh, membiarkan Anda memikul sebagian besar tanggung jawab.
3. Membikin Jarak Emosional
Jarak emosional ini bisa berwujud sebagai rasa ketidakpedulian atau kecuekan dalam interaksi pasangan Anda terhadap Anda. Ia jadi tampak jauh, pendiam, atau enggan berbagi pemikiran, perasaan, atau pengalamannya dengan Anda.
4. Keintiman Fisik Berubah
Ini terwujud antara lain dengan menurunnya ungkapan kasih sayang, kedekatan fisik, keintiman, atau aktivitas seksual. Pasangan Anda jadi kurang tertarik pada sentuhan fisik atau pelukan Anda, sehingga Anda jadi merasa tertolak atau terisolasi. Kalau sudah ada tanda-tanda ini, mungkin sudah ada masalah mendasar besar.
5. Konflik Makin Meningkat
Konflik atau ketegangan itu lumrah terjadi dalam setiap hubungan antar manusia. Tapi, jika intensitasnya makin meningkat, itu bisa menjadi indikasi ada masalah yang belum terselesaikan atau ada ketidakpuasan besar. Pasangan Anda berubah jadi lebih argumentatif, lebih defensif, atau kritis, gampang mencela, sehingga menyebabkan perselisihan dan kesalahpahaman.
6. Ada Perilaku Rahasia
Pasangan tiba-tiba menunjukkan sikap atau perilaku lebih tertutup. Misalnya, mengelak bicara tentang keberadaan, aktivitas, atau interaksinya dengan orang lain. Ia mungkin menyembunyikan informasi atau malah berani berbohong, sehingga Anda jadi mencurigai dan merasa tidak lagi percaya pada dia.
7. Kehilangan Minat pada Tujuan Bersama
Pasangan Anda menunjukkan kurangnya antusiasme atau komitmen terhadap tujuan, impian, atau rencana masa depan bersama Anda. Ia menarik diri dari diskusi mengenai masa depan atau menunjukkan ketidaktertarikan dalam mengejar aspirasi bersama.
8. Mencari Validasi di Luar
Pasangan mencari perhatian atau mencari dukungan emosional dari sumber lain di luar hubungan dengan Anda. Misalnya, ia mencarinya dari teman, keluarga, atau kolega. Ia lebih mengandalkan orang lain daripada Anda untuk mendapatkan kepastian atau kepuasan.
9. Prioritas yang Berubah
Pasangan mengalami perubahan prioritas, jadi lebih fokus pada kepentingan individu, karier, atau kehidupan sosialnya sendiri daripada pada hubungan dengan Anda. Saat ia memprioritaskan aspek lain dalam hidupnya, Anda bisa saja merasa tidak nyaman.
10. Menghindar dari Perencanaan Masa Depan
Pasangan menghindari diskusi atau komitmen terkait masa depan, misalnya komitmen tentang memulai membangun rumah tangga dan keluarga, mendidik anak, beli rumah, tabungan masa depan, dan sejenisnya. Ia mengungkapkan keraguan atau keengganan saat Anda membuat rencana jangka panjang.
Dengan bisa memperhatikan indikator-indikator halus bahwa hubungan perlu diperbaiki, Anda dapat lebih mudah mengatasi kekhawatiran secara terbuka dan jujur sebelum terlambat. Jika mengabaikan tanda-tanda bahaya ini, atau mengabaikan intuisi Anda bahwa ada sesuatu yang tidak beres, maka itu bisa menjadi awal dari akhir hubungan Anda.
Nah, jika Anda dan pasangan memang menginginkan hubungan til jannah, maka Anda berdua harus sama-sama menyadari silent signs keretakan hubungan lalu segera ambil tindakan untuk memperbaikinya.
Ingat, Anda hanya dapat mengatasi tantangan jika Anda bersedia mengatasinya. Hubungan itu bukan sekadar sesuatu yang begitu saja Anda bisa miliki dalam arti pasif. Hubungan antar manusia adalah entitas yang dinamis yang memerlukan upaya, komitmen, dan komunikasi berkelanjutan untuk bisa bertahan dan kemudian berkembang.


