UGM Punya Rumah Ibadah 6 Agama

mepnews.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki rumah ibadah enam agama di lingkungan kampus. Di samping Masjid Kampus dan Mardliyyah Islamic Center yang lebih dulu dibangun, Rektor meresmikan kompleks fasilitas kerohanian yang terdapat dua gereja untuk kegiatan kerohanian Katolik dan Kristen Protestan, wihara untuk peribadatan Buddha, kelenteng untuk peribadatan Konghucu, serta pura untuk peribadatan Hindu.

Dikabarkan situs resmi ugm.ac.id, fasilitas kerohanian yang diresmikan Rektor dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM ini dibangun untuk mewadahi kegiatan-kegiatan kerohanian sivitas UGM yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

“Di UGM, salah satu karakter yang dibangun adalah inklusivitas. Kita memang heterogen, termasuk dalam hal keagamaan,” tutur Rektor Prof dr Ova Emilia MMedEd SpOG(K) PhD.

Fasilitas kerohanian ini berlokasi di Jl Podocarpus, Sendowo, dekat salah satu asrama mahasiswa UGM. Fasilitas tersebut berdiri pada lahan 5.994 M2 termasuk area terbuka hijau, plaza, serta parkiran.

Masing-masing bangunan didesain berciri masing-masing agama. Dua gereja masing-masing mampu menampung hingga 100 orang. Pura mampu menampung 50 orang. Wihara dan kelenteng dapat menampung sekitar 40 orang.

Inisiasi pembangunan fasilitas ini dimulai tahun 2020 pada kepemimpinan Rektor Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEANEng. Peletakan batu pertama dilakukan 21 Mei 2022 di akhir masa kepemimpinannya. Proses pembangunan dimulai 24 Januari 2023 di bawah kepemimpinan rektor saat ini.

Bangunan wihara, kelenteng, dan pura selesai dibangun 19 November, sedangkan gereja dan fasilitas pendukungnya diselesaikan 16 Desember. Pembiayaan pembangunan fasilitas tersebut menggunakan dana masyarakat Rp 25 Miliar.

Facebook Comments

Comments are closed.