Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM
mepnews.id – Bertemu anak-anak muda yang berorientasi bisnis memang sangat menggairahkan. Mereka sangat enak diajak berdiskusi tentang prospek masa depan. Salah satu yang kami bahas adalah networking.
Anak-anak milenial ini paham, jejaring sangat penting untuk kesuksesan bisnis saat ini dan masa depan. Bisa menjalin network dengan sesama pebisnis dan konsumen sangat bermanfaat terutama bagi start up yang masih dalam tahap awal perjalanan.
Mereka paham, networking ini lebih dari sekadar bercakap-cakap. Ini lebih tentang memanfaatkan pengetahuan diri dan mengambil informasi dari orang lain, tentang mempelajari seluk beluk dan tantangan di sepanjang jalan, tentang membangun rasa hormat satu sama lain, tentang bagaimana menangani konflik, hingga tentang menempa mental bisnis.
Meski demikian, masalah umum yang mereka hadapi adalah bagaimana mulai membangun jaringan dan memeliharanya. Nah, saya pun mencoba berbagi pengalaman pribadi.
“Cari lalu ceburkan diri ke berbagai komunitas terkait bisnis. Anda tidak bisa ke mana-mana jika Anda tetap di tempat Anda berada. Sangat penting untuk menceburkan diri Anda di luar sana. Anda dapat menemukan banyak peluang untuk terhubung dengan orang lain hanya jika Anda tahu ke mana mencarinya,” begitu saya memotivasi mereka.
“Jangan membatasi diri hanya di area para pebisnis dengan pikiran sama. Keluar dari zona nyaman bisa memperluas jaringan, dan peluang. Maka, datangi pameran seni, ikuti klub-klub hobi, mainlah ke warkop tempat banyak orang nogkrong, masuklah ke jamaah masjid, dan sejenisnya. Keragaman orang dan pengalaman bisa menambah wawasan bisnis.”
“Tapi, jangan untuk juga berbagi. Jika sudah menjalankan bisnis, perhatikan apa yang kalian bisa bawa ke meja network. Wawasan dan pengalaman Anda sama berharganya dengan wawasan orang-orang lain dalam network. Apa yang kalian bagikan dapat mengubah karier orang lain. Juga, ini kesempatan untuk mempromosikan diri dan bisnis Anda.”
Lalu, ada anak muda yang mengaku kurang pandai bergaul secara fisik. Bagaimana cara ia bisa membina networking?
“Oh, jangan khawatir. Saat ini, dunia digerakkan teknologi. Koneksi juga bisa dijalin secara online. Bahkan, pertemuan offline meski hanya sekali bisa berlanjut dan dibina di ruang digital,” saya memberi saran yang sebenarnya ia sudah paham.
“Maka, kembangkan profil presentasi bisnis. Misalnya, dengan memanfaatkan LinkedIn. Itu bisa digunakan untuk meningkatkan kehadiran Anda dan membuat Anda tetap terhubung dengan orang-orang di industri Anda. Jangan hanya mengirim undangan untuk terhubung. Pastikan untuk mengirim perkenalan, termasuk nama, beberapa kalimat tentang bisnis Anda, dan bagaimana Anda berharap untuk terhubung dengan mereka.”
Media sosial sangat bermanfaat saat digunakan demi keuntungan profesional Anda. Bergabunglah dengan grup network yang berafiliasi dengan industri Anda sehingga dapat terhubung dengan sesama pengusaha. Temukan orang-orang yang aktif di Twitter (X) dan bergabunglah dalam percakapan.
“Sering-sering ajukan pertanyaan. Selain memang mencari info untuk belajar, tingginya aktivitas di grup bisa membuat Anda lebih dikenal anggota grup. Meski demikian, ingatlah selalu bersikap sopan dan profesional. Anda harus nyaman dengan kehadiran dan reputasi digital Anda.”
Begitu tampak ada peluang di sekitar, jangan ragu untuk segera mengatakan ‘ya’. Dalam networking, semua orang di dalamnya adalah teman sekaligus pesaing. Kecepatan membuat ‘deal‘ akan menentukan nasib masa depan bisnis. Agar tidak terlalu menyinggung perasaan anggota lain, Anda bisa membuat ‘deal‘ saat di luar network.


