mepnews.id – Universitas Ma Chung di Malang menyelenggarakan tes sertifikasi Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) pada Minggu, 18 Oktober 2026. Tes standar pengukuran kemampuan Bahasa Mandarin bagi penutur asing ini dikelola oleh Fakultas Bahasa, khususnya Prodi Mandarin for Education and Business.
Bagi mahasiswa Ma Chung, tes HSK memiliki peran penting. Hasil tes menjadi salah satu prasyarat yudisium sebelum menyelesaikan studi. Selain HSK yang menguji kemampuan umum berbahasa Mandarin, tersedia pula tes HSKK yang berfokus pada kemampuan berbicara.
Dikabarkan situs resmi machung.ac.id, peserta tes mencapai 343 orang terdiri dari mahasiswa Ma Chung dan dari luar. Untuk level HSK 1, pesertanya 310 orang. HSK 2 sebanyak 22 orang. Tujuh peserta mengikuti HSK 3 sekaligus tes HSKK beginner. Dua peserta mengikuti HSK 4 sekaligus HSKK intermediate. Satu peserta mengikuti HSK 5 sekaligus HSKK advanced. Satu peserta yang hanya mengikuti HSKK advanced.
Yohanna Nirmalasari SPd MPd, Ketua Program Studi Mandarin for Education and Business yang juga jadi Ketua Pelaksana penyelenggaraan tes HSK, menyampaikan sertifikasi HSK sangat penting karena menjadi bukti nyata kemampuan Bahasa Mandarin.
“Sertifikat HSK bukan sekadar selembar kertas, tetapi juga menjadi nilai tambah untuk membuka peluang beasiswa, melanjutkan studi, dan memasuki dunia kerja. Saya berharap mahasiswa tidak hanya belajar Bahasa Mandarin, tetapi juga mampu membuktikan kompetensinya melalui sertifikasi HSK,” ujarnya.
Di tengah persaingan global, kemampuan saja tidak cukup. Kemampuan yang terukur dan diakui akan menjadi keunggulan tersendiri. “HSK bukan sekadar sertifikat, tetapi investasi untuk masa depan,” tegasnya.
Universitas Ma Chung berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi Bahasa Mandarin yang terstandar dan diakui secara internasional, sehingga siap bersaing di dunia akademik maupun profesional.



POST A COMMENT.