Bukan Insomnia, Ini Alasan Kamu Begadang!

mepnews.id – Pernah nggak sih kamu merasa sudah tahu besok harus bangun pagi untuk sekolah, kuliah, atau kerja, tapi begitu rebahan, tangan justru nggak bisa lepas dari handphone? Awalnya cuma niat scroll sebentar atau nonton satu episode drama, tapi tahu-tahu sudah adzan subuh aja. Padahal tubuh sudah capek dan mata terasa berat. Besok paginya? Kamu bangun dengan nyawa yang belum kumpul, mata berat, badan lemas, kepala pusing dan susah fokus mirip seperti  ‘zombie’.

Fenomena ini bukan sekadar begadang biasa. Namanya Revenge Bedtime Procrastination. Kedengarannya keren ya? Padahal, ini adalah jebakan ‘balas dendam’ yang bikin kita jadi zombie di pagi hari.

Yuk, kita bahas fenomena ini!

Apa Sih Revenge Bedtime Procrastination?

Gampangnya, ini adalah kebiasaan menunda tidur secara sengaja, bukan karena kamu insomnia atau nggak ngantuk. Kalau insomnia, kamu ingin tidur tapi nggak bisa. Kalau kondisi ini, kamu sebenarnya bisa tidur tapi ingin menikmati waktu sendiri (me-time) di malam hari. Antara lain, kamu pingin nonton drama, scrolling media sosial, atau bermain game. Akibatnya, waktu tidur jadi lebih singkat dan kualitas tidur jadi menurun. Efeknya terasa di pagi hari. Tubuh jadi lelah, sulit fokus, mudah emosi karena otak kurang istirahat.

Siapa yang Paling Sering Mengalaminya?

Siapa saja bisa mengalami fenomena ini. Tapi, yang paling sering ngalami adalah orang-orang yang memiliki aktivitas sangat padat di siang hari. Mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, orang tua yang mengurus anak seharian, hingga pekerja dengan jam kerja panjang, yang malanya ingin me-time. Selain itu, revenge bedtime procrastination juga sering terjadi pada orang yang kesulitan mengatur diri sendiri (Self-Regulation Rendah) atau punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

Fenomena ini terjadi pada malam hari menjelang tidur, saat semua pekerjaan selesai dan suasana rumah mulai sepi. Biasanya dari jam 22.00 ke atas. Awalnya mungkin hanya sekali-sekali. Jika terjadi terus-menerus, lama-lama berubah jadi kebiasaan yang mengganggu pola tidur secara keseluruhan.

Di mana? Biasanya terjadi di ruang pribadi. Antara lain di atas kasur, kamar tidur, ruang TV, atau tempat yang nyaman untuk bersantai.

Ternyata fenomena ini tidak hanya dialami oleh satu negara saja tetapi negara lain yang memiliki budaya kerja dan sekolah yang padat juga turut mengalaminya.

Kenapa Terjadi?

Banyak orang merasa terlalu capek seharian dan tidak punya cukup waktu untuk diri sendiri. Dari pagi sampai sore, waktu dan energi habis untuk kerjaan, tugas, dan berbagai tekanan lainnya, sehingga malam hari menjadi satu-satunya waktu untuk ‘balas dendam’ dan merasa punya kendali atas waktu sendiri.

Selain itu, ada faktor psikologis bernama low self-regulation (sulit mengendalikan diri). Ditambah lagi rasa takut ketinggalan informasi atau tren (FOMO) dapat memperparah kondisi ini.

Dampaknya

Dampaknya ngeri lho! Kurang tidur yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan:

  1. Sulit konsentrasi,
  2. Produktivitas menurun,
  3. Suasana hati jadi naik turun (mood swing),
  4. Daya tahan tubuh melemah.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, serta gangguan mental termasuk kecemasan dan depresi.

Gimana Cara Berhenti?

Jangan khawatir, kamu bisa melakukan step by step tanpa terburu-buru tapi harus konsisten. Bisa dimulai dari langkah kecil, seperti:

  1. Berhenti pegang Handphone 30-60 menit sebelum tidur. Contohnya, kalau mau tidur jam 22.00, maka jam 21.00 sudah harus matikan dan simpan handphone. Ganti dengan baca buku atau nulis diary atau mencatat kegiatan harian (journaling).
  2. Coba luangkan 20-30 menit saja buat me-time di jam istirahat siang atau saat senggang di sore hari. Ini bisa mengurangi keinginan balas dendam di malam hari.
  3. Batasi waktu menonton, misalnya hanya satu episode atau pasang alarm pengingat waktu istirahat dan tidur.
  4. Prioritaskan diri sendiri dengan membiarkan otak dan tubuhmu istirahat; bukan sekadar mencari hiburan digital. Ingat, kamu butuh energi baru untuk menghadapi hari esok.
  5. Jika kebiasaan ini sudah sangat mengganggu karena sering begadang, merasa cemas, murung, atau sulit berhenti, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau dokter untuk mengevaluasi pola tidur dan kondisi mental.

Revenge bedtime procrastination bukan sekadar kebiasaan begadang. Ini adalah cara tubuh dan pikiran mencari rasa kontrol di tengah hari-hari yang melelahkan. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah lebih jujur pada diri sendiri: dengan memastikan apakah yang dibutuhkan benar-benar hiburan atau justru istirahat? (Intan)

Facebook Comments

Comments are closed.