mepnews.id – Di kawasan Kampung Budaya Betawi Sukapura di Jakarta Utara, ada banyak pilihan kuliner yang bisa dinikmati. Di antara deretan jajanan di Sukapura, ada satu kuliner yang mencuri perhatian warga. Namanya: Pizza Rakyat.
Meski jualannya di pinggir jalan raya Tipar Cakung, tepat di samping rental mobil Assa, kios kecil ini setiap sore selalu ramai. Mulai buka sekitar jam 16.00, aroma pizza hangat keluar dari oven dan cepat menyebar ke sekitar, membuat orang otomatis melirik sumbernya.
Salah satu alasan kedai ini cepat diminati adalah harganya sangat terjangkau. Dengan kisaran Rp10.000–15.000, pembeli sudah bisa membawa pulang pizza hangat dalam kemasan rapi. Meski harganya murah, Pizza Rakyat menggunakan kardus tebal layaknya pizza restoran besar. Setelah diberi saus tambahan, kotak tersebut diikat menggunakan tali rafia sehingga mudah dibawa dan terlihat tetap estetik meski sederhana.
Pizza Rakyat punya cara penyajian praktis. Adonan dan topping dipanggang dari rumah sebagai stok. Setiap ada pesanan, adonan dipanaskan kembali di oven agar aromanya naik dan teksturnya tetap renyah hangat. Topping yang tersedia baru tiga; sosis, nugget, dan kornet. Namun, justru topping sederhana ini membuat banyak orang ketagihan. Varian kornet menjadi favorit warga karena rasa gurihnya yang semakin kuat setelah dipanaskan ulang.
Pembeli Pizza Rakyat datang dari berbagai kalangan; mulai dari anak-anak hingga pekerja. Rafa, siswa SD, datang bersama teman-temannya. “Iya, kami beli yang sosis sama keju. Harganya Rp15.000, bayarnya patungan. Makannya bareng-bareng deh,” ujarnya sambil membawa pesanannya.
Dani, karyawan yang mampir saat pulang kerja, saat menunggu pesanan, mengatakan, “Awalnya saya cuma coba karena harganya murah. Ternyata enak juga. Saya sering beli topping kornet sama sosis.”
Dalam waktu singkat, Pizza Rakyat berhasil mengumpulkan banyak pelanggan tetap. Konsumen datang kembali bukan hanya karena harga murah, tetapi juga karena rasanya cocok, porsinya pas, dan suasananya ramah.
Di kios kecil pinggir jalan, pembeli bisa melihat langsung proses pemanasan pizzanya sambil berbincang ringan dengan penjual atau pembeli lain. Ini menciptakan suasana sederhana namun hangat yang membuat Pizza Rakyat terasa dekat dengan warga Sukapura. Setiap sore, banyak warga mampir untuk beli satu kotak sebagai camilan atau membawanya pulang untuk keluarga.
Selain di Sukapura, gerai Pizza Rakyat tersebar di berbagai penjuru dunia. Pizza lokal yang dijajakan di booth atau gerobak pinggir jalan ini sudah dikembangkan Dewi Supartini pada akhir 2009. Lewat jalur kemitraan, Pizza Rakyat mencapai lebih dari 100 gerai di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua. (intan)


