mepnews.id – Liburan akhir tahun saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap jadi momen untuk berwisata meski cuaca tidak menentu dan cenderung ekstrem. Menghadapi kondisi seperti ini, penting bagi calon wisatawan mempersiapkan diri agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Novianto Edi Suharno dosen Unair
Dosen D4 Destinasi Pariwisata, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga, Novianto Edi Suharno SSTPar MSi, memberikan sejumlah panduan berdasarkan pengamatan dan analisis terkini.
“Prinsip utamanya, kita harus lebih mengutamakan keselamatan daripada rencana perjalanan wisata. Kemungkinan kita masih punya waktu lain untuk mengunjungi tempat tertentu,” tegasnya.
Maka, ia menyarankan calon wisatawan melakukan pemantauan terhadap informasi BMKG, khususnya untuk wilayah tujuan.
Pemilihan sarana transportasi juga perlu dipertimbangkan matang, dengan memprioritaskan moda yang relatif aman. “Transportasi bisa pakai kereta api. Kalau pakai kendaraan pribadi, sesuaikan jenis kendaraan dengan destinasi. Kalau ke gunung, lebih baik jangan pakai sedan,” ia menjelaskan.
Akomodasi juga perlu perhatian khusus. Ia merekomendasikan memilih tempat menginap dengan kebijakan pembatalan dan pengembalian dana yang fleksibel. “Karena cuaca sulit diprediksi, kita bisa pilih last minute booking saat kondisi cuaca sudah jelas,” jelasnya.
Untuk pemilihan tempat, destinasi indoor seperti museum, pusat perbelanjaan, galeri seni, atau pertunjukan dalam gedung dinilai lebih resilien. “Setidaknya, destinasi indoor aman dari hujan.”
“Kalau ke alam, usahakan destinasinya memiliki kawasan dengan manajemen konservasi, tata kelola, yang baik. Infrastrukturnya jelas ada rute evakuasi dan punya peringatan dini untuk bencana,” ujarnya.
Tak hanya perencanaan matang, Novianto juga menyebutkan beberapa kiat jika wisatawan terlanjur terjebak dalam kondisi ekstrem ketika telah tiba di destinasi wisata.
“Pahami titik evakuasi. Hentikan aktivitas jika memang tidak memungkinkan. Misal, di gunung ada badai, maka protokol utamanya adalah hentikan pendakian,” tuturnya.
Ia lalu menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat luas untuk senantiasa melihat situasi dan selalu mengutamakan keselamatan.
“Jangan memaksakan aktivitas outdoor berdasarkan pengalaman lampau. Alam dan outdoor itu unpredictable. Kita harus menguatkan literasi cuaca. Kita juga harus membangun komunikasi yang aktif terutama dengan destinasi yang akan kita kunjungi.”


