Jalan Semangka, Destinasi Kuliner Malam di Koja

mepnews.id – Kalau main ke Jakarta Utara, jangan lupa mampir ke spot kuliner yang hampir selalu ramai tiap malam, Lokasinya di Jalan Semangka, Lagoa, Kecamatan Koja. Jalan kecil ini berubah suasana begitu hari mulai gelap. Lampu-lampu tenda dan gerobak menyala, wangi makanan bikin perut auto lapar. Anak-anak muda, keluarga, pekerja yang baru pulang, semuanya berkumpul di sini mencari makanan enak dan viral.

Yang bikin Jalan Semangka menarik banget adalah pilihan makanannya super beragam. Dari jajanan viral sampai hidangan rumahan, semuanya ada. Mau yang pedas? Ada pangsit chili oil, cimol bojot aa, seblak. Mau yang manis-manis? Ada roti bakar, aneka mochi sampai dessert kekinian yang warnanya cantik banget kalau difoto. Makanan lokal seperti sate madura, martabak, nasi goreng, sampai seafood pinggir jalan pun tersedia.

Kuliner model apa saja, silakan pilih di Jalan Semangka.

Begitu pula jajan yang sedang viral saat ini; dimsum bakar, kebab monster, cireng kuah mercon, es teler teko, sampai mochi megalodon. Kalau suka jajanan Korea, Jepang, atau street food ala-ala luar negeri, semuanya ada di sini. Pokoknya dari makanan berat sampai camilan ringan, tinggal pilih sesuai mood.

Karena banyak makanan viral, tak heran para influencer kuliner berdatangan ke Jalan Semangka untuk membuat konten. Nah, konten-konten ini membuat banyak orang datang karena penasaran.

Rani, salah satu pengunjung, mengaku, “Aku penasaran sama kebab monster, soalnya berseliweran di TikTok terus. Udah gitu, setiap aku lewat sini, kedainya pasti selalu rame. Jadi aku beli ya walau harus antri panjang dulu.”

Kehadiran para food vlogger bukan hanya membuat Jalan Semangka makin terkenal, tapi juga membuat para pedagang kecil di sana kebanjiran pembeli. Hal itu dirasakan langsung oleh Agus, pedagang corn dog dan hotang.

“Dulu, ramenya paling cuma malam Minggu. Sekarang, hampir tiap hari habis sebelum jam 12,” katanya.

Ia bilang, semuanya mulai berubah sejak dagangannya masuk ke salah satu konten kuliner viral. “Banyak yang datang. Mereka bilang liat dagangan saya di FYP,” tambahnya.

Jalan sempit yang jadi pertemuan berbagai unsur dari sistem kuliner.

Yang paling menyenangkan dari Jalan Semangka adalah suasananya. Meski pengunjungnya beragam, para pedagang tetap ramah.

Pada akhirnya, Jalan Semangka di Koja bukan sekadar tempat buat makan tetapi tempat bertemunya makanan viral, pedagang lokal, dan para konten kreator dalam satu ruang. Tempat yang sederhana, tapi selalu berhasil menarik perhatian dan membuat orang ingin kembali lagi. (intan)

Facebook Comments

Comments are closed.