Telur Gulung Bakar PSB Kelapa Gading Viral Karena Medsos

mepnews.id – Jajanan sederhana mencuri perhatian warganet. Telur gulung bakar di Pasar PSB (Pusat Jajanan Sore) Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi viral di TikTok setelah videonya menembus ribuan penonton.

Meski hanya buka sore hingga malam, jajanan ini kerap ludes sebelum pukul 9 malam karena antrean panjang pembeli yang penasaran dengan sensasi baru telur gulung versi bakar.

Tidak seperti telur gulung pada umumnya, penjual menerapkan dua tahap pengolahan. Adonan telur digoreng terlebih dahulu hingga membentuk gulungan sempurna. Setelah itu, setiap tusuk diolesi saus barbeque dan dibakar hingga menghasilkan aroma smokey yang khas. Usai dibakar, telur kembali diberi siraman saus dan mayones sesuai permintaan pembeli.

“Biar saus barbequenya lebih meresap, Kak,” ujar sang kakak, salah satu dari dua bersaudara penjual telur gulung bakar itu. Ia menyebut proses pembakaran inilah yang membuat dagangannya berbeda dan menjadi sorotan di media sosial.

Daya tarik lainnya datang dari cara mereka melayani pembeli. Dua bersaudara ini memiliki kebiasaan unik: mereka berbicara serempak saat menanyakan pesanan. Gaya melayani yang kompak itu menciptakan suasana ramai dan membuat banyak pembeli tersenyum di tengah antrean.

Tak hanya warga sekitar, banyak pengunjung datang setelah melihat jajanan ini di TikTok. “Aku penasaran sama rasa telur gulung dibakar tuh gimana, jadi aku beli,” ujar Anis, salah satu pembeli yang ikut antre malam itu. Menurutnya, wangi saus barbeque yang terbakar adalah alasan utama ia tertarik mencoba.

Suasana jalan-jalan di PSB Kelapa Gading

Meski popularitasnya meningkat, harga yang ditawarkan tetap bersahabat. Satu tusuk telur gulung digoreng maupun dibakar dijual seharga Rp1.000, membuatnya mudah dijangkau semua kalangan. Pengunjung juga disediakan tempat duduk lesehan sederhana bagi yang ingin menikmati jajanan ini di tempat.

Fenomena telur gulung bakar di Kelapa Gading ini menambah daftar panjang jajanan kaki lima Jakarta yang mendadak naik daun berkat media sosial. Banyak pembeli mengaku datang karena rasa penasaran, dan pulang dengan rencana untuk kembali lagi esok hari membuktikan bahwa inovasi kecil di tangan pedagang kaki lima tetap mampu menciptakan tren besar. (intan)

Facebook Comments

Comments are closed.