Grey Stone Method untuk Menghadapi Si Toksik

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Saya lihat Rani cemberut di kursi sudut kafe. Kepada saya, ia mengeluhkan perilaku toksik Tika.

“Capek banget rasanya. Tika itu bikin saya ngerasa bersalah terus. Apa pun yang saya lakukan, pasti dia beri komentar. Seakan saya nggak pernah bener.”

“Hehe, iya. Saya tahu banget sifat dia. Selalu ngegas. Ujung-ujungnya nyalahin orang lain.”

“Dia selalu nyari celah buat bikin drama. Setiap saya bereaksi, reaksi dia jauh lebih lebay. Duh, sebal banget.”

“Kalau gitu, diemin saja dia. Cuek. Berperilakulah seperti batu. Jangan kasih reaksi. Jangan cerita apa-apa. Ra usah diopeni. Jadikan dirimu nggak menarik buat dia.”

………….

Pembaca yang budiman, yang saya sarankan pada Rani adalah Gray Rock Method. Ini memang tidak ada dalam kamus resmi psikologi klinis. Tapi, metode batu kelabu ini sudah banyak dibahas dalam literatur populer psikologi hubungan antar-person dan dalam strategi menghadapi orang toksik termasuk yang narsistik, yang manipulatif, hingga yang abusive.

Strategi utamanya adalah menjadikan diri lebih membosankan, tidak bereaksi, dan senetral mungkin — sedingin batu kali. Ini agar si pelaku toksik kehilangan minat karena tidak mendapatkan reaksi emosional yang dia cari. Kalau sudah tak berminat, si toksik bakal pergi.

Praktiknya bagaimana?

Saat diganggu si toksik, tak usah digubris. Jangan menunjukkan emosi. Jangan terlihat marah, sedih, senang, atau terpicu.

Saat dipancing-pancing dengan pertanyaan oleh si toksik, beri saja jawaban pendek; “Ya”, “Tidak”, “Mungkin.” Jawaban pendek membuat si toksik kehilangan peluang bertanya lagi.

Jika terlanjur bicara, hindari memberi info pribadi. Jangan berbagi cerita, perasaan, atau rencana. Ini agar si toksik tidak mendapat peluang untuk menilai lalu berkomentar.

Jika terlanjur bicara dan mulai mengarah ke konflik, jangan memancing debat atau terpancing berdebat. Hindari klarifikasi berlebihan, atau hindari pembelaan diri. Semakin defensif, si toksis semakin terpacu untuk berperilaku abusive.

Yang perlu dicatat, gunakan strategi ini pada orang-orang toksik yang hubungannya cukup dekat dengan Anda. Misalnya; teman kerja, kerabat, tetangga, dan sejenisnya. Kalau hubungannya jauh, ya gampang saja solusinya. Hindari jauh-jauh si toksik itu.

Selain itu, metode batu kelabu hanya solusi jangka pendek karena melibatkan orang-orang dekat yang tidak bisa begitu saja dihindari. Solusi jangka panjangnya tentu butuh berbagai pendekatan agar si toksik benar-benar berubah perilaku.

Facebook Comments

Comments are closed.