mepnews.id – Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat (PM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan revitalisasi sumber mata air melalui program Sadar Wisata dan Konservasi Mata Air (SWASITA). Salah satu aktivitasnya di Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Putri Dwi Suriani, ketua tim PKM PM ITS, menyampaikan Desa Bendolo di lereng Gunung Wilis dekat kawasan air terjun Sedudo. Desa ini juga memiliki sumber air dan air terjun yang berpotensi untuk desa wisata. Namun, belum tumbuh kesadaran masyarakat untuk menjaga mata air. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga potensi desa,” tutur Putri.
Maka, ia dan tim PKM PM menggagas program SWASITA sebagai upaya pembentukan kelompok sadar wisata. Misinya melakukan konservasi mata air guna mengontrol dan merawatnya. Program berlangsung sejak April 2024 dan dilakukan melalui beberapa upaya tim PKM dan masyarakat.
Upaya pertama revitalisasi sumber air dengan menanam 30 bibit jambu dan alpukat untuk menjaga siklus serapan air. Upaya kedua memasang rambu-rambu dan papan informasi mengenai cara menjaga mata air. “Upaya ini dapat menumbuhkan kesadaran menjaga sumber air,” kata mahasiswa teknik Geofisika angkatan 2021 ini.
Sebelumnya, tim PKM PM berdiskusi bersama masyarakat mengenai permasalahan yang menghambat potensi wisata. Masyarakat menyampaikan terdapat beberapa sumber air yang diklaim tidak terawat. Antara lain, aliran air ertutup semak dan vegetasi liar menghalangi akses air.
Selanjutnya, dilakukan pemetaan sumber mata air menggunakan metode survei dan aplikasi pemetaan khusus. Hasilnya, terdapat enam sumber air yang belum terjaga.
Sosialisasi kepada masyarakat kemudian dilakukan agar mereka memiliki pengetahuan mengenai potensi dan kondisi mata air di desanya. Masyarakat antusias mengikuti kegiatan dan bergabung kelompok sadar wisata Desa Bendelo.
Putri berharap mata air yang sudah dipetakan dapat terjaga dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. “Semoga program SWASITA dapat membuat Desa Bendolo menjadi desa wisata,” harapnya. (Ahmad Farhan Alghifari)


