Nih, Satu Lagi Cara untuk Membuat Hubungan Jadi Lebih Memuaskan

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Saya merasa tak nyaman saat lihat beberapa teman hubungannya berantakan,” begitu curhatan Shin.

“Tak usah terlalu turut campur orang lain kalau tidak diminta. Fokus ke urusan kebahagiaan diri sendiri saja,” saran saya.

“Ya, saya tak akan turut campur. Tapi, saya berfikir bisa saja keretakan hubungan seperti mereka itu terjadi pada rumah tangga saya. Saya merasa hubungan kami dingin-dingan saja sejak lama.”

“Oh, begitu…”

…………..

Pembaca yang budiman, kecemasan semacam ini tidak hanya dialami Shin tapi juga dialami banyak orang. Diam-diam, orang merasa tak bahagia atau tak puas dengan pasangannya. Ujung-ujungnya pisah atau tetap serumah tapi sangat kaku.

Membina hubungan jangka panjang itu memang penuh tantangan. Maka, mengetahui apa yang  berkontribusi terhadap kebahagiaan hubungan dapat membantu mencapai kelanggengan. Nah, ada penelitian ilmiah terbaru yang bisa meningkatkan hubungan lebih memuaskan.

Dua ilmuwan sosial di Amerika Serikat ingin memahami bagaimana pengetahuan antarpribadi dalam hubungan bisa memengaruhi seberapa bahagia seseorang. Ayelet Fishbach dari University of Chicago dan Juliana Schroeder dari University of California Berkeley menjalankan serangkaian eksperimen.

Faktor pertama adalah felt knowing yakni seberapa baik Anda mengenal pasangan atau merasa mengetahui keberadaan pasangan. Sejauh mana Anda yakin bahwa Anda mengetahui kepribadian, preferensi, dan latar belakang pasangan.

Faktor kedua adalah feeling known yakni seberapa jauh Anda merasa pasangan mengenal Anda, memahami keberadaan Anda. Pendekanya, sejauh mana Anda yakin pasangan Anda mengetahui kepribadian, preferensi, dan latar belakang Anda.

Dua faktor ini sama-sama penting. Namun, para peneliti ingin mengetahui apakah merasa dikenali lebih penting bagi kesehatan dan kebahagiaan hubungan, atau apakah lebih baik mengenali pasangan atau merasa seolah dia mengenal Anda?

Dalam berbagai macam eksperimen mereka, ternyata feeling known alias merasa dikenali lebih penting dalam hubungan yang sukses dan memuaskan, daripada felt knowing alias merasa mengenali pasangan.

Merasa dikenali bisa meningkatkan kepuasan hubungan karena Anda menghargai perasaan didukung dan dipahami oleh pasangan romantis Anda, Anda merasa bahwa kekasih Anda mengetahui fakta objektif tentang Anda. Paham tentang bagaimana liburan impian Anda, paham tentang persepsi subjektif Anda, paham apa yang menyebabkan Anda kena stres dalam hidup, dan sejenisnya.

Agar hubungan dapat berkembang, masing-masing pihak harus merasa pasangannya mengenal dia dengan baik. Ini berlaku bukan hanya dalam urusan hubungan rumah tangga, tapi juga berlaku untuk kemitraan sosial lainnya, misalnya dalam pertemanan atau kolega.

Maka, berkomunikasilah dengan baik. Misalnya, tanyakan pada teman Anda bagaimana kabar putrinya yang sedang ulang tahun. Ini membua teman Anda merasa Anda memperhatikan sesuatu tentang dirinya, menandakan Anda mengenal dia dengan baik. Kondisi semacam ini kemungkinan besar bisa meningkatkan hubungan kemitraan Anda dengan dia.

Dalam rumah tangga, coba buat obrolan untuk memancing feeling known itu. Misalnya, duduk bersama pasangan lalu ajukan pertanyaan bergiliran. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa serius/praktis, misalnya, “Bagaimana pekerjaan hari ini?” Bisa juga pertanyaan lucu-lucuan atau yang tidak praktis, misalnya, “Pilih mana; menjadi dinosaurus atau jadi hiu?” Pertanyaan-pertanyaan semacam ini, juga jawabannya, bisa menumbuhkan feeling known. Saat obrolannya makin intens, ini dapat meningkatkan kebahagiaan dalam hubungan.

Yuk, dicoba….

Facebook Comments

Comments are closed.