Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Setiap orang tua tentu ingin anaknya bahagia. Tapi, kadang caranya kurang tepat atau tidak bisa diterima sepenuhnya oleh anak. Maka, akibat ketidak-samaan frekuensi ini, rasa bahagia yang ditimbulkan tidak optimal.
Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Happiness Studies, orang tua dan anak seringkali memberikan jawaban berbeda ketika ditanya apa momen paling membahagiakan saat bersama.
Perbedaan ini terjadi karena dua hal. Pertama, bias positif yakni kecenderungan orang tua melebih-lebihkan kebahagiaan anak dan meremehkan emosi negatif yang mungkin mereka alami. Kedua, bias egosentris yakni kecenderungan orang tua untuk menilai tingkat kebahagiaan anak dengan menggunakan ukuran tingkat kebahagiaan mereka sendiri. Ini menyebabkan persepsi yang tidak akurat mengenai pengalaman individu anak.
Persepsi orang tua yang cenderung positif terhadap kehidupan anak dapat menghalangi pemahaman atas momen yang benar-benar membuat anak-anak bahagia. Maka, perlu untuk mengenal anak lebih dalam dan mempelajari keinginan serta pengalaman batin anak secara lebih objektif untuk menciptakan ikatan yang lebih bahagia.
Kemudian, berdasarkan hasil penelitan, enam peneliti dari Sapienza University of Rome dan Università Degli Studi Roma Tre di Italia itu memberi lima cara berinteraksi dengan anak untuk membuat mereka benar-benar bahagia.
- Nikmatilah Pengalaman di Luar Ruangan
Aktivitas di dalam ruangan, entah di rumah atau sekolah, sering kali mendominasi waktu anak-anak. Maka, pengalaman di luar ruang membuat anak menjadi lebih bahagia dan bebas. Bermain di alam terbuka, berlibur dan menjelajahi tempat-tempat baru, atau sekadar ke bioskop, taman, dan lainnya, memberi tingkat kebahagiaan lebih tinggi pada anak karena memotong rutinitas sehari-hari yang monoton.
- Lakukan Aktivitas Bersama
Aktivitas bersama, misalnya memasak, melakukan pekerjaan rumah tangga, menciptakan karya seni, mengatur aktivitas sehari-hari, dapat membuat anak lebih bahagia. Anak bisa membantu orang tua dalam suatu aktivitas, atau orang tua membantu anak. Aktivitas ini menciptakan kedekatan antara anak dan orang tua.
- Ciptakan Momen Menyenangkan
Anak sangat menikmati saat-saat senggang dan bermain bersama orang tua. Misalnya; duduk bersama mengisi teka-teki, main halma, atau terlibat dalam permainan fisik seperti berlari, sepakbola, dan bola basket, atau kontak fisik yang menyenangkan termasuk saling menggelitik.
Interaksi yang menyenangkan sangat penting untuk perkembangan psikologis anak. Anak bisa mengekspresikan berbagai emosi positif, seperti kegembiraan dan kepuasan, serta melepaskan perasaan negatif, seperti kecemasan dan frustrasi, melalui permainan.
- Bersikap Penuh Kasih Sayang Secara Terbuka
Kasih sayang emosional dan fisik memainkan peran penting dalam mempererat ikatan orang tua-anak dan menghadirkan kegembiraan, kehangatan, dan keamanan dalam kehidupan anak. Ungkapan kasih sayang, misalnya dalam bentuk perhatian, bantuan, atau nasihat baik, menjadi elemen utama dari momen paling membahagiakan yang dihabiskan bersama.
- Kejutan Lewat Hadiah
Meski tidak sepenting berbagi pengalaman, hadiah kejutan juga menjadi momen bahagia anak bersama orang tua. Tapi, pilihlah hadiah yang bijaksana. Hadiah semacam ini membuat anak merasa kebutuhan dan keinginannya dianggap penting dan diperhatikan. Pentingnya hadiah materi berkembang seiring bertambahnya usia, meningkat pada masa praremaja, lalu secara bertahap menurun pada masa remaja. Pada masa ini, pengalaman hubungan akrab menjadi lebih penting daripada sekadar hadiah materi.


