Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Pada bulan Ramadhan, tentu banyak sekali nasihat dan artikel tentang berpuasa. Tak apa lah saya menambah satu lagi untuk sekadar dibaca. Syukur-syukur jika bisa diambil manfaatnya.
Dari sudut pandang Islam, berpuasa memiliki banyak manfaat spiritual, fisik, maupun sosial. Yang paling utama, ini tanda ketaatan kepada perintah Allah yang disampaikan lewat Al-Quran. Ini mutlak, dan tidak usah diperdebatkan.
Dari sisi diri sendiri, berpuasa bisa menjaga diri, mengendalikan hawa nafsu, dan menghindari perbuatan dosa. Puasa juga mengajarkan kesabaran dan ketahanan atas dorongan-dorongan hawa nafsu negatif.
Secara sosial, berpuasa juga bisa mempererat hubungan dengan sesama. Ada momen semacam sholat taraweh, berbagi takjil, dan sejenisnya, dengan semangat saling mendukung dalam menjalankan ibadah. Juga ada sedekah dan zakat untuk kaum yang membutuhkan.
Selain detoksifikasi mental dari pemikiran negatif dan perilaku buruk, berpuasa juga baik untuk detoksifikasi fisik. Bisa membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme, memperbaiki fungsi sistem pencernaan, dan mengurangi risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, dan gangguan degeneratif lainnya.
Dari sudut pandang ilmiah, pembatasan waktu makan alias puasa intermiten membantu pelakunya menua dengan baik dan lebih panjang umur. Pengujian pada hewan dalam beberapa dekade sudah membuktikan itu. Kabar terbaru, pengujian terhadap manusia juga menunjukkan hasil serupa.
Para peneliti di Longevity Institute dari Leonard Davis School of Gerontology di University of Southern California, Amerika Serikat, bahkan mampu memprediksi pengurangan risiko sakit signifikan dan perpanjangan umur saat para peserta penelitian meniru pola makan seperti berpuasa secara berkala.
Potensi manfaat kesehatan dari puasa intermiten dan moderat cukup mengesankan. Dengan mengikuti diet seperti berpuasa secara berkala, proses penuaan biologis atau fisik para peserta penelitian dapat ditunda serta masa hidup bebas penyakit mereka dapat diperpanjang.
Secara teoritis, berpuasa bisa menghancurkan sel-sel rusak penyebab masalah kesehatan termasuk peradangan dan kanker. Berpuasa juga melindungi sel-sel sehat dan sel-sel baru dari kerusakan. Ini bisa memperlambat proses penuaan biologis.
Para peneliti di University of Southern California menemukan, hanya menjalankan tiga siklus bulanan diet seperti berpuasa sudah dapat mengurangi proses penuaan biologis rata-rata dua setengah tahun. Bonus lainnya, peserta penelitian mengalami penurunan berat badan, penurunan total lemak tubuh, penurunan lemak perut dan hati, penurunan tekanan darah, penurunan trigliserida dan kolesterol, penurunan kadar glukosa, dan penurunan resistensi insulin, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko yang lebih tinggi pada awalnya.
Enak, bukan…?
(OTW Istanbul, 17 Maret 2024)


