Dari Bojonegoro Ikut PMM ke Kupang

mepnews.id – Khilmy Fawaidati, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (Unigoro), beruntung karena bisa mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) mencicipi perkuliahan di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sesuai kalender akademik, PMM di Undana berlangsung hingga 30 Juni 2024.

Dara asal Desa Trate, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, itu mengaku ikut PMM untuk menambah pengalaman dengan merasakan pembelajaran di universitas berbeda sekaligus memperluas pertemanan lintas budaya.

Tapi, tidak mudah bagi Khilmy untuk lolos program PMM karena seleksinya ketat.

“Seleksi pertama, wajib melengkapi dokumen-dokumen yang dintentukan. Jika dokumen terpenuhi, mahasiswa harus mengikuti tes kebhinekaan dan tes VCAT (Value Clarification and Attitude Transformation),” tuturnya lewat situs resmi unigoro.ac.id.

Nama mahasiswa yang lolos PMM diumumkan 22 Desember 2023.

Tahu namanya lolos, Khilmy mengikuti pembekalan dari Undana sekaligus menunggu jadwal keberangkatan. Meski tidak ada teman sealmamater, dia tidak minder. Ada 32 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur yang lolos PMM di Undana.

“Undana hanya menerima 281 dari 2172 mahasiswa yang mendaftar,” ujarnya.

Di Kupang, Khilmy aktif mengikuti banyak kegiatan. Ia menjalani perkuliahan di prodi Ilmu Administrasi Negara sesuai jadwal, mengikuti kegiatan Modul Nusantara setiap pekan. Modul ini berisi kelompok mahasiswa inbound Undana yang melakukan berbagai kegiatan sosial, kebhinekaan, dan mengenal NTT lebih dekat.

Khilmy mengungkapkan banyak hal mengesankan dan menarik selama mengikuti PMM di Kupang. Mahasiswi berusia 21 tahun ini mendapatkan kawan dari latar belakang suku, budaya, pulau, dan kampus yang berbeda-beda. Ia bisa belajar keanekaragaman bahasa dan budaya.

“Saya bisa mengenal Kupang dengan bahasanya yang unik. Dengan kegiatan Modul Nusantara, saya bisa mengelilingi penjuru NTT. Tapi, yang paling mengesankan, ketika mengikuti beberapa mata kuliah yang sekelas dengan mahasiswa Undana tapi hanya saya mahasiswa dari Jawa,” ungkapnya.

Khilmy berharap, dia memperoleh banyak manfaat akademik maupun non akademik selama mengikuti program PMM MBKM, terutama dalam mengaplikasikan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (din)

Facebook Comments

Comments are closed.