Tentang Gaslighting

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Pernah dengar atau baca istilah ‘gaslighting‘?

Betul, terjemahan harafiahnya adalah ‘lampu gas.’ Dalam istilah psikologi, ini merujuk pada kebiasaan orang yang memanipulasi dengan menghadirkan fakta-fakta keliru untuk meragukan persepsi dan ingatan ‘korban’nya demi keuntungan dia diri sendiri. Dalam kondisi ini, ada pelaku dan ada korban.

Pembaca yang budiman, gaslighting adalah perilaku abuse yang dilakukan orang berkepribadian ‘narsistik’ yang merasa dirinya adalah yang serba-paling (paling cantik, paling terampil, paling berdedikasi, paling hebat, dan lain-lain), sehingga ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, termasuk dengan cara memanipulasi orang lain.

Ciri-ciri orang yang berperilaku gaslighting antara lain; provokatif, suka ngomporin orang, pintar mempengaruhi orang lain untuk tujuan/keinginan pribadinya. Ia begitu pintar berbicara sampai-sampai lawan bicaranya malah mempertanyakan dan meragukan persepsi dan ingatannya sendiri. Bila berhadapan pada situasi yang tidak menguntungkan, ia bisa melakukan ‘penyangkalan’ dan ‘menyalahkan’ orang lain.

Kalimat-kalimat semacam ini yang biasa mereka lontarkan:

  • “Kamu kan pernah bilang itu duluuu… Masa ga inget?! Bahkan kamu janji; kalo semua beres, nanti aku kau traktir…” — Begitu meyakinkannya ia mengeluarkan fakta-fakta palsu, sampai-sampai lawan bicara mulai sangsi apakah betul memang pernah menjanjikan sesuatu.

Atau, dengan kalimat begini:

  • “Ya, mana mungkin aku pernah bilang seperti itu. Impossible. Aku pasti tahu lah batasanku. Itu pasti karena pemikiranmu saja yang berharap aku bisa melakukan itu…’ — Begitu meyakinkannya ia memilih kata-kata sehingga lawan bicara pun sampai meragukan pemikirannya sendiri, “Iya, ya. Jangan-jangan itu cuma pemikiranku saja..”

Yang lebih ekstrim, mungkin kalimat seperti begini.

  • “Makanya, kalo ada orang ngomong, perhatikan! Jangan ngelamun aja…” (sambil menambah kalimat tambahan utk ‘menyalahkan’ si lawan bicara)

Atau….

  • “Kamu tuh ternyata gak cukup mengenal aku. Percuma kita kenal bertahun-tahun kalau ternyata gini aja kau gak tau…” — sekali lagi, ini untuk ‘menyangkal’ lawan bicara bahwa dia tidak seperti yang dikatakan.

Pernah merasa seperti itu? Atau, pernah dikata-katai orang seperti itu? Atau, kenal dengan seseorang yang berkata-kata seperti itu? Check yourself and your surroundings!

Facebook Comments

Comments are closed.