Ssst…. Simpan Dulu Kabar Baiknya

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Saya datang ini untuk membawa kabar baik dan kabar buruk. Mau yang mana yang lebih dulu saya kabarkan?” begitu seorang kawan saat masuk ke ruang rapat.

“Wah, sepertinya ada apa-apa nih,” teman lain mulai penasaran.

“Kabar buruk saja dulu,” usul teman yang lain.

………..

Pembaca yang budiman, dalam kecenderungan keseharian kita, kabar baik sepertinya datang begitu saja tapi kabar buruk lebih sering membanjiri pikiran kita. Mengapa? Ada kecenderungan antropologis manusia untuk mempertahankan diri sehingga merasa perlu bersiap dengan kabar-kabar buruk.

Nah, karena ada perbedaan besar antara persepsi tentang kabar baik dan kabar buruk yang kita terima setiap hari, maka menemukan cara untuk mengoptimalkan emosi positif terkait kabar baik dapat membantu mencerahkan suasana hati kita.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengoptimalkan kegembiraan terkait dengan kejadian baik dalam hidup yang akan kita kabarkan? Salah satunya dengan menyimpan lebih dulu ‘rahasia positif’ yang akan kita sampaikan.

Menurut penelitian terbaru, merahasiakan kabar baik bisa memiliki efek energizing yang membuat orang merasa lebih bahagia dan lebih hidup. Menyimpan rahasia positif, untuk waktu singkat, dapat memberi energi. Bahkan, menyimpan rahasia positif untuk selamanya dan tidak pernah diungkap pun dapat memberikan efek energi berkepanjangan.

Biasanya, rahasia negatif jauh lebih umum daripada rahasia positif. Namun, beberapa peristiwa paling menyenangkan dalam hidup bisa dimulai dari rahasia. Contohnya lamaran pernikahan rahasia, hadiah kejutan, hingga berita menarik.

Mengapa rahasia positif bisa membangkitkan energi? Salah satunya karena rahasia itu membuat kita merasa nyaman. Alasan lainnya, motivasi untuk menjaga rahasia positif biasanya bersifat intrinsik dan berada dalam kendali kita.

Sebaliknya, menjaga rahasia kabar negatif sering kali lebih didorong oleh motivasi ekstrinsik dan faktor eksternal yang sulit dikendalikan. Biasanya itu berakar pada potensi rasa malu atau ancaman penilaian kritis dari orang lain.

Ketika seseorang menyimpan rahasia tentang sesuatu yang ia rasa tidak enak atau menyembunyikan informasi pribadi yang ia khawatirkan, maka rahasia itu mempunyai kekuatan yang dapat membuatnya merasa lemah dan tidak berdaya. Ini bisa sangat menguras energi.

Sudah paham, kan? Yuk sesekali kita coba merahasiakan kabar baik untuk meledakkan rasa gembira kita di saat yang kita inginkan.

Facebook Comments

Comments are closed.