Kerjo Terus, Gak Bahaya Ta? Iya!

Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM

mepnews.idKerjo terus, gak tau prei, gak bahaya ta? Meme dan berbagai turunannya lumayan viral di media sosial. Ucapan dalam bahasa Jawa ngoko ini, jika diterjemahkan, kira-kira berarti; ‘Kerja terus, tak pernah libur, apakah tidak berbahaya?

Ya, kita memang perlu bekerja dan mencari uang. Ini untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, untuk mendapatkan keamanan finansial saat darurat atau untuk investasi, untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi, untuk berkontribusi pada masyarakat, dan lain-lain.

Tapi, kalau kerja terus dan tidak diimbangi oleh aktivitas lainnya, tentu hidup jadi seperti robot yang kurang bermakna. Jiwa jadi kosong, semangat jadi tak ada, kebahagiaan hidup nyaris sirna. Kalau sudah begitu, apa bisa bahagia? Tentu tidak. Yang ada malah bahaya.

Pembaca yang budiman, meme viral itu ternyata didukung oleh sejumlah hasil penelitian ilmiah.

Ada penelitian terbaru oleh Dr Paul H. P. Hanel bersama tim dari Departemen Psikologi, University of Bath di Inggris, Dalam penelitian di tiga negara (180 responden di India, Turki, dan Inggris), mereka menemukan orang-orang yang terlalu memprioritaskan pencapaian dalam pekerjaan daripada mencari kesenangan bakal kurang bahagia pada hari berikutnya.

Lebih rinci, mereka yang menginginkan kebebasan kerja mengaku mengalami peningkatan kesejahteraan 13% dengan kualitas tidur dan kepuasan hidup yang lebih baik. Yang mencoba bersantai dan menjalani hobi mengaku mengalami peningkatan kesejahteraan rata-rata 8% dan penurunan stres dan kecemasan 10%.

Dalam bahasa Inggris, ada pepatah, “All work and no play makes Jack a dull boy.” Tampaknya, penelitian ini menunjukkan pepatah itu mungkin benar. Tidak ada manfaatnya bagi kesejahteraan jika kita terlalu memprioritaskan pencapaian daripada berbagi sebagian waktu untuk kesenangan dan kemerdekaan.

“Penelitian ini menunjukkan ada manfaat nyata dari memiliki kehidupan yang seimbang dan meluangkan waktu untuk fokus menikmati diri sendiri dan mengikuti hasrat individu,” begitu ujar Dr Hanel. “Orang bisa menjadi lebih sukses karena menjadi lebih santai, lebih bahagia, dan puas.”

Facebook Comments

Comments are closed.