Jangan Belikan Anak Mainan Terlalu Mahal

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Jangan sampai rekening bankmu bobol gara-gara beli mainan untuk anak,” begitu pesan saya pada teman yang gak tegaan dan terlalu memanjakan anak tanpa mempertimbangkan manfaat mainan.

Menurut pengalaman saya pribadi dan sejumlah pengamatan, semakin mahal harga mainan semakin jarang pula anak memainkan atau menggunakan.

Saya memang tak pernah beli boneka L’Oiseleur yang tingginya 1,2 meter dan harganya Rp 82,2 milyar. Buat apa? Lagian saya tak bisa beli. Kalau toh bisa beli boneka berpakaian 2.340 lapi baja, emas dan mutiara itu, paling-paling hanya akan jadi pajangan lemari atau hiasan dinding.

Mainan yang harganya mahal tidak selalu menentukan seberapa sering anak memainkannya. Kadang, harganya sudah mahal, eh ternyata permainannya tidak sesuai minat atau preferensi anak. Anak mungkin lebih tertarik hal-hal sederhana atau mainan dengan tema sesuai dengan minatnya.

Beberapa mainan mahal biasanya memiliki banyak fitur yang kompleks dan sulit dimengerti atau dimainkan anak, termasuk boneka L’Oiseleur di atas. Ini bisa membuat anak merasa frustasi atau kehilangan minat karena tidak dapat sepenuhnya memahami atau mengoperasikan mainan tersebut.

Beberapa mainan mahal dapat memberikan kesenangan instan, tetapi anak cenderung cepat bosan atau lelah karena kurangnya variasi atau tantangan baru yang ditawarkan. Beberapa mainan mahal mungkin populer hanya untuk sementara waktu karena tren tertentu. Begitu tren meredup, minat anak juga dapat berkurang.

Maka, membelikan mainan itu jangan sok-sokan karena ingin seperti yang ditampilkan selebriti di media mainstream atau media sosial. Selain menguras rekening, mainan mahal belum pasti bermanfaat bagi anak atau belum pasti diminati anak.

Pilihlah mainan yang selain sebagai sarana hiburan tetapi juga memiliki dampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak.

Sebelum beli mainan, pertimbangkan usia dan minat anak. Pilih mainan yang sesuai usia dan minat anak. Pastikan mainan itu aman untuk digunakan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pastikan mainan tidak memiliki bagian yang mudah lepas atau tajam yang dapat menyebabkan cedera.

Pilih mainan yang mendukung perkembangan anak. Pilih mainan yang dapat merangsang perkembangan motorik, kognitif, dan sosial anak. Mainan edukatif atau kreatif dapat memberikan nilai tambah pada pengalaman bermain anak.

Prioritaskan kualitas daripada kemahalan. Meski harganya murah, tapi jika kualitasnya bagus, mainan itu layak dipertimbangkan untuk dibeli.

Jangan lupa, libatkan anak dalam proses pemilihan. Terutama jika anak sudah cukup besar. Ini dapat membantu anak merasa diperhatikan dan mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan.

Facebook Comments

Comments are closed.