Nyeker; Salah Satu Teknik bagi Kesehatan Menyeluruh

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Saya tertarik salah satu liputan Nas Daily saat datang ke Indonesia. Nuseir Yassin, vlogger Arab berpaspor Israel si founder Nas Daily, mewawancarai Gobind Vashdev yang saat itu sudah sebelas tahun melakukan grounding/earthing.

Apa itu grounding? Secara definisi, ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang menghubungkan tubuhnya dengan Bumi lalu menggunakan muatan listrik alami untuk menstabilkan dirinya. Secara praktik, orang itu berjalan tanpa alas kaki. Dalam bahasa Jawa, ini disebut nyeker (dari asal kata ceker alias kaki ayam yang tidak pernah pakai sepatu atau sandal).

Sejatinya, bukan hanya Gobind yang suka nyeker. Saya pun nyeker saat di dalam rumah, di masjid, bahkan saat-saat tertentu di kantor. Beberapa selebriti juga pernah nyeker di tempat umum atau saat tampil. Bahkan, nyeker disebut-sebut menjadi trend baru gaya hidup. Namun, tampaknya Gobind konsisten karena nyeker full cukup lama.

Nyeker itu sudah menjadi hal biasa dan bahkan sudah dipakai untuk tujuan medis ribuan tahun lalu. Dalam tradisi pengobatan Cina, ada istilah ‘qi‘ alias energi vital yang mengisi alam semesta. Ge Hong, filsuf yang hidup 283 – 343 M, berkata, “Manusia ada dalam qi, dan qi ada dalam manusia. Dari langit dan bumi hingga ke sepuluh ribu hal, masing-masing membutuhkan qi untuk hidup.” Di Eropa, Louis Kuhne menerbitkan ‘The New Science of Healing‘ pada 1891, dan Adolf Just menulis ‘Return to Nature‘ pada 1896, yang sama-sama mendorong orang berjalan tanpa alas kaki di luar ruang. Lalu, dokter George Starr White dari Amerika, menyelidiki manfaat kaki disambungkan ke kabel tembaga pipa ground untuk meningkatkan kualitas tidur.

Ingin mencoba? Silakan saja. Lebih-lebih, jika Anda mengalami tanda-tanda; gejala kecemasan atau depresi, kelelahan kronis, gejala gangguan penyakit kardiovaskular, gangguan stres pasca-trauma atau ingatan traumatis, rasa sakit dan peradangan, dan lain-lain.

Para ilmuwan modern juga memanfaatkan praktik holistik kuno ini. Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara nyeker dengan peningkatan kesehatan. Antara lain; mengatasi masalah kelelahan kronis dan gangguan tidur, meningkatkan imunitas karena matriks listrik tubuh-bumi serupa dengan fungsi antioksidan, meningkatkan kesehatan jantung karena mengurangi tekanan darah pada kasus hipertensi serta meminimalkan penggumpalan darah. Namun, masalah juga bisa muncul karena kaki telanjang lebih rentan terluka oleh pecahan beling, kena paku, hingga nginjak eek.

Maka, ada sejumlah teknik selain nyeker untuk grounding. Karena tujuannya menghubungkan kembali energi tubuh dengan bumi melalui kontak langsung, kita bisa lakukan alternatif antara lain; berbaring di tanah, berenang di laut atau sungai, hingga meletakkan telapak tangan ke tanah.

Saat jalan-jalan dengan kaki telanjang, cobalah nikmati tekstur rumput, pasir, atau lumpur. Silakan juga bermain di tanah, gali dan ambil tanah dengan jari-jari tangan. Bisa juga tiduran dengan tikar elektromagnetik yang menghubungkan tubuh dengan energi di tanah. Jika di gedung bertingkat tinggi, coba sentuh pipa ground yang terhubung dengan pipa di dalam tanah untuk penangkal petir (tapi jangan gunakan menjelang atau saat hujan karena risiko hantaran listrik besar dari petir).

Grounding dapat menjadi cara gratis dan relatif cepat untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental kita. Para ahli menyarankan 30 menit adalah waktu yang cukup untuk mulai menuai manfaatnya. Ilmuwan modern terus mengadvokasi kemampuan elektron Bumi untuk menyeimbangkan arus listrik tubuh kita.

Yang perlu diingat, grounding sebagaimana bentuk perawatan holistik lainnya bukanlah cara instan untuk mendapatkan perbaikan. Butuh waktu, kesabaran dan ketekunan.

Facebook Comments

Comments are closed.