Cara Otak Mengontrol Penyakit Diabetes

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Bosan dengan suntikan insulin untuk sekadar membantu bertahan hidup pasien diabetes? Bosan dengan obat-obat yang tak banyak membantu mengatasi penyakit metabolis ini? Nah, para peneliti di Amerika Serikat mendukung anggapan bahwa kendali penyakit itu ada di pikiran kita.

Para peneliti dari Amerika Serikat dan Denmark menemukan neuron di dalam otak yang mendeteksi dan merespons perubahan kadar gula dalam aliran darah. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di jurnal Diabetes milik American Diabetes Association.

Neuron adalah sel yang menjadi unit dasar sistem saraf pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi. Neuron berfungsi mengirim, menerima, dan memproses sinyal listrik dan kimia dalam tubuh untuk membantu pengaturan fungsi saraf, seperti persepsi sensorik, pemrosesan informasi, dan kontrol gerakan.

Memahami bagaimana sistem deteksi gula darah dan bagaimana sirkuit saraf ini beroperasi akan memberi wawasan lebih luas tentang bagaimana otak kita mengatur gula darah. Dari sini, para pakar bisa menargetkan secara terapeutik untuk mengobati penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas.

“Kita tahu sejak lama bahwa banyak neuron mendeteksi gula secara lokal di dalam otak,” kata Dr Michael Schwartz, ahli endokrinologi di Fakultas Kedokteran dan direktur Institut Diabetes, University of Washington. “Yang baru adalah bukti bahwa subset dari neuron di hipotalamus dapat merasakan dan merespon gula dalam aliran darah. Ini analog dengan sel-sel di pankreas yang mengeluarkan insulin.”

Para peneliti memantau kadar gula darah dan aktivitas neuron di dalam hipotalamus tikus yang sadar secara real time. Mereka menemukan, ketika kadar gula darah naik maka aktivitas subset neuron menurun cepat. Diduga, neuron ini mendeteksi dan merespons variasi gula darah yang ditransmisikan oleh neuron sensorik pembuluh darah (Bukannya kadar gula di otak yang berubahnya lebih lambat). Informasi sensorik ini kemudian ditransmisikan ke satu atau lebih sirkuit saraf yang mengontrol kadar gula darah bersamaan dengan pankreas (yang memproduksi insulin).

Secara klinis, temuan ini penting. Ketika merawat pasien diabetes, dokter sering menemukan bahwa sistem pasien secara aktif mempertahankan kadar gula darah tinggi, Mungkin karena di situlah otak mengira kadar gula darah yang seharusnya.

“Misalnya, gula darah yang normal itu 100, dan penderita diabetes bisa jadi memiliki gula darah di atas 300. Jika kadar gula dalam darah sudah meningkat berhari-hari atau berminggu-minggu, otak akan mulai terbiasa dengan keadaan ini. Jika Anda tiba-tiba menurunkannya kembali ke 100, otak akan berpikir itu terlalu rendah, sehingga mencoba meningkatkan kadar gula darah lagi,” begitu Dr Schwarz menjelaskan.

Jadi, diabetes itu urusan pikiran. Sudah ada bukti bahwa diabetes dikaitkan dengan gangguan kemampuan otak untuk merasakan tingkat gula darah. Di masa depan, memperbaiki cacat penginderaan ini memungkinkan otak bisa mengontrol gula darah dengan cara lebih tepat.

Facebook Comments

Comments are closed.