Olahraga Lari Membuat Neuron Lansia Tetap Saling Terhubung

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Dik, lihat kotak kacamata saya kah?” tanya seorang teman senior, setelah membongkar-bongkar ruang kerjanya.

“Kan tadi dititipkan ke sopir waktu Ibu mengantar tamu?” saya jawab.

“Oh, iya. Sudah diamankan, ya. Haha…saya lupa. Maklum, usia sudah segini.”

“Ndak, Bu. Usia itu cuma angka. Yang bikin muda itu semangatnya.”

“Tapi, Dik, usia itu nggak bisa bohong. Sepertinya saya memang mulai pikun. Di rumah, saya berkali-kali lupa menaruh sesuatu. Dik Esti punya saran untuk mengatasi masalah ini?”

“Hahaha, ini saran kesehatan umum yang sudah banyak dinasihatkan para ahli. Yang utama, makin ingat Tuhan. Berikutnya: pola makan sehat, cukup istirahat, dan tubuh selalu digerakkan rutin.”

……….

Pembaca yang budiman, nasihat yang paling akhir itu saya bahas khusus. Ini perlu terutama bagi penduduk perkotaan zaman sekarang yang gaya hidupnya sedentary alias lebih banyak duduk diam atau rebahan tapi sangat kurang gerak fisik. Tuhan merancang tubuh kita untuk banyak gerak, bukan untuk didiamkan.

Hasil studi terbaru dari Florida Atlantic University (Amerika Serikat) dan CINVESTAV, Mexico City (Meksiko) semakin menegaskan manfaat olahraga terutama untuk kalangan usia lanjut. Olahraga rutin jangka panjang bisa mencegah penurunan fungsi memori otak terkait penuaan. Tentu ini memotivasi orang dewasa terus bergerak sepanjang hidup terutama saat masuk usia paro baya.

Proses umum yang dialami manusa saat menua adalah penurunan kognitif. Di antara struktur otak, yang pertama terpengaruh penuaan adalah hippocampus dan korteks yang berdekatan. Ini area-area penting untuk pembelajaran dan memori. Defisit kemampuan kognitif dikaitkan dengan penurunan volume hippocampus dan penurunan konektivitas sinaptik antara hippocampus dan korteks (peri)-entorhinal.

Menurut penelitian Profesor Henriette van Praag PhD dari Fakultas Kedokteran Schmidt Florida Atlantic University dan rekan peneliti dari CINVESTAV, olahraga jangka panjang mencegah penurunan fungsi memori dengan cara meningkatkan kelangsungan hidup dan memodifikasi jaringan neuron yang lahir selama awal masa dewasa. Neuron dewasa di sekitar hippocampus ini tetap saling terhubung jika kita senantiasa menggerakkan tubuh. Terhubungnya neuron ini dapat mencegah atau menunda kehilangan memori dan proses degenerasi saraf terkait penuaan. Dengan demikian, neuron-neuron itu terus memfasilitasi proses kognitif.

Untuk mengatahui kondisi neuron dalam otak, para peneliti menggunakan tikus eksperimen. Tikus-tikus usia dewasa dan cenderung tua dibuat terus berlari seperti layaknya olahraga rutin. Kemudian, bagian dalam otaknya diperiksa untuk melihat kondisi neuronnya. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal eNeuro menunjukkan, neuron baru yang lahir pada masa dewasa awal bisa melewati masa kritis dan bahkan bertahan ke dalam jaringan relevan dengan pemeliharaan pengkodean memori episodik selama penuaan.

Jadi, yuk kita banyak gerak, jangan ‘mager’, dan selalu berfikiran positif agar selalu bisa ini dan itu seoptimal mungkin dalam berapapun usia kita.

Facebook Comments

Comments are closed.