Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Saat jam istirahat, seorang rekan kerja curhat ke saya tentang hubungan dengan teman kantor.
“Mbak, kenapa ya Si Fulan itu cuek pada saya? Padahal, dia itu teman sekolahku meski tidak sekelas,” kata dia.
“Mungkin Fulan sungkan. Kau lebih dulu kerja di sini dan sudah jadi manajer, sementara Fulan masuknya barusan dan masih staf.”
“Tapi, apa karena masalah struktural yang membuat dia begitu? Apa nggak ada cara untuk ngobrol enak seperti masa SMA.”
“Coba, deh, datangi Fulan lalu kau minta tolong. Misalnya mbenerin kunci mobil, minta kertas untuk catatan, atau memulihkan password yang terlupa. Minta tolong yang enteng-entang saja, ya.”
…………
Para pembaca yang budiman, dalam psikologi sosial ada yang disebut Benjamin Franklin effect. Benjamin Franklin adalah salah satu dari para pendiri negara Amerika Serikat, yang juga dikenal sebagai penulis, cendekiawan, penemu, tokoh masyarakat, diplomat, dan pemikir politik top kala itu. Benjamin Franklin effect adalah bias kognitif yang menyebabkan orang lebih menyukai orang lain setelah ia membantu orang lain itu. Biasanya ini terjadi saat si orang lain itu sebelumnya tidak menyukainya atau sekadar bersikap netral terhadapnya.
Maka, saya sarankan teman saya untuk minta tolong kecil-kecilan pada Si Fulan dengan harapan Fulan nanti akan lebih akrab pada teman saya setelah Fulan membantunya. Saya sarankan minta tolong yang ringan-ringan saja agar tidak berkesan atasan yang memerintah bawahan.
Nah, Benjamin Franklin effect ini dapat kita gunakan saat berinteraksi dengan orang lain. Dengan teknik psikologi ini, Anda dapat mempengaruhi bagaimana orang bereaksi terhadap permintaan bantuan Anda. Hasilnya? Bergantung kondisi. Tapi, ada sejumlah pertimbangan yang membuat metode ini berpeluang berhasil.
Berdasarkan prinsip konsistensi, orang cenderung ingin konsisten dengan apa yang ia katakan dan lakukan. Jika kita mencoba membangun hubungan dengan orang itu dengan meminta bantuan kecil, ia lebih mungkin membantu kita lagi di masa depan untuk menjaga konsistensi.
Berdasarkan prinsip timbal balik, jika Anda meminta bantuan kecil pada seseorang dan ia dengan senang hati membantu, maka ia mungkin akan merasa lebih dekat dengan Anda karena Anda akan bersedia memberikan bantuan padanya di masa depan. Prinsip ini mencerminkan adanya dorongan untuk membalas budi.
Berdasarkan prinsip citra, orang cenderung memandang baik pada orang lain yang terlihat membutuhkan bantuan. Jika Anda secara halus dan sopan menunjukkan bahwa Anda membutuhkan bantuan, maka orang lain akan merasa terdorong untuk membantu dan menjadi lebih suka kepada Anda.
Meski demikian, setiap orang itu unik dan mungkin bereaksi berbeda terhadap situasi tertentu. Saya tidak berani menjamin 100% orang akan menjadi lebih baik pada Anda saat Anda merendahkan diri dengan cara meminta bantuan. Setiap orang punya persepsi berbeda. Maka, yang terbaik adalah Anda jujur dan tulus saat meminta bantuan, dan tidak menggunakan manipulasi untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain itu.


