Anak Saya Tak Berdaya Saat Disuruh-suruh Temannya

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Ada seorang mamah yang curhat pada saya tentang anaknya yang mau-mau saja disuruh-suruh oleh teman-teman sebaya.

“Saya kadang heran, kenapa ya anak saya koq disuruh-suruh gitu?”

Saya menanggapi, “Lho, itu kan baik Bun. Dia bisa bekerjasama dalam kelompok bersama teman-temannya.”

“Bukan gitu maksud saya. Kalau disuruh yang baik-baik, saya nggak masalah. Lha itu nyuruhnya yang aneh-aneh, yang nggak wajar, yang di luar batas kepantasan. Apa saya nggak ikutan jengkel saat mengetahuinya?”

………..

Pembaca yang budiman, tampaknya anak mamah itu tak berdaya menghadapi tekanan dari teman-teman sekitarnya. Dalam psikologi, istilahnya adalam peer pressure. Kasus ini lebih mungkin terjadi saat dalam kelompok ada yang dominan dan ada yang terlalu lemah.

Peer pressure pada anak itu mengacu pada pengaruh atau tekanan yang diberikan teman sebaya untuk mengikuti atau melakukan sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai atau keinginan pribadi si anak. Selanjutnya, peer pressure dapat mempengaruhi perilaku, sikap, penampilan, atau keputusan yang diambil si anak.

Saat si anak ingin diterima dan menjadi bagian dari kelompok teman, ia akan melakukan apa yang biasa dilakukan kelompok itu. Si anak merasa terdorong mengikuti norma yang ada di antara teman-teman. Ini bisa termasuk gaya berpakaian, tren musik, atau kebiasaan tertentu. Anak merasa perlu mematuhi itu agar merasa diterima di dalam kelompok.

Ada peer pressure yang positif tatkala teman-teman mendorong si anak untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar. Misalnya, dalam kegiatan olahraga, kegiatan ekstrakurikuler konstruktif, atau belajar bersama. Peer pressure jenis ini dapat memberikan dorongan positif pada perkembangan anak.

Tapi, ada juga peer pressure negatif seperti yang dikeluhkan mamah teman saya di atas. Ini terjadi ketika teman-teman mendorong si anak melakukan perilaku yang merugikan atau berisiko. Misalnya; merokok, minum miras, nakal destruktif, atau perilaku berbahaya lainnya. Tekanan yang tidak sehat ini berpotensi membahayakan kesejahteraan si anak.

Yang juga perlu diamati dalam kelompok pertemanan adalah siapa yang dominan dan siapa yang sekadar pengikut. Para orang tua atau pengasuh bisa mengamati itu untuk menjaga kesejahteraan anak masing-masing.

Yang dominan dalam kelompok biasanya juga yang menentukan nilai-nilai atau norma kelompok. Biasanya, yang dominan ini punya kelebihan dibanding yang lain. Misalnya, tubuhnya lebih besar/kuat, tampilannya lebih kharismatis, otaknya lebih pintar, atau bahkan perilakunya lebih keras. Kalau masih ingat kasus Citayam Fashion Week, yang dominan antara lain Bonge, Jeje, dan beberapa lainnya.

Yang jadi pengikut biasanya anak yang biasa-biasa saja dan tidak istimewa. Mereka seolah hanya penggembira dalam kelompok. Karena jumlahnya lebih banyak, mereka bisa berperilaku bersama yang membuat kelompok mereka jadi khas. Kalau dalam kasus Citayam Fashion Week, ini mewakili anak-anak yang ikutan nyebrang jalan sambil lenggak-lenggok atau yang sekadar menonton.

Dalam kasus mamah teman saya di atas, anaknya jadi pengikut dan kemudian justru jadi korban peer pressure secara negatif yang merugikan. Anak yang lebih rentan terhadap peer pressure biasanya kurang rasa percaya diri atau merasa sangat butuh untuk mendapat persetujuan dari si dominan. Kondisi ini membuat ia tidak mampu menolak. Ia merasa sulit untuk mengatakan ‘tidak’.

Kemudian, anak yang merasa sangat ingin diterima oleh teman-teman sebayanya cenderung lebih rentan terhadap peer pressure. Ia merasa takut ditolak atau takut dikeluarkan dari kelompok jika tidak mematuhi permintaan atau harapan teman-teman.

Begitu juga dengan anak yang kurang memiliki pengetahuan atau pemahaman tentang risiko dan konsekuensi dari tindakan tertentu. Ia mungkin tidak menyadari potensi bahaya atau dampak negatif dari tindakan yang diminta oleh teman.

Anak yang bergantung pada teman dan menganggap mereka sebagai sumber utama persetujuan dan identitas sosial juga lebih rentan terhadap peer pressure. Ia cenderung mengikuti apa yang teman-teman lakukan demi mempertahankan hubungan dan ikatan sosial.

 

Facebook Comments

Comments are closed.