Puasa dan Jalan Macet

Oleh: Moh. Husen*

mepnewa.id – Puasa itu melatih kita menginjak rem, bukan menekan gas. Kebiasaan melampiaskan menjadi dikendalikan oleh puasa. Bukan berarti menekan gas tidak boleh, tapi ada saatnya. Makan minum itu boleh, tapi di-rem atau dipuasakan khusus bulan Ramadhan pada jam tertentu.

Maka, ketika bulan Ramadhan tiba, biasanya kita tidak hanya berjumpa dengan orang yang sengaja tidak berpuasa, yang membikin hati kotor kita misuh: “Apakah tidak mengerti puasa itu susah, haus dan lapar, kok kamu makan minum tanpa pengertian? Jangkrik tenan raimu…!”

Dalam bulan Ramadhan, biasanya kita juga akan berjumpa dengan jalan macet. Entahlah. Ini bulan puasa. Apakah kita juga harus tekan gas marah-marah? Atau kita injak rem kesabaran dengan mencari petunjuk rekomendasi alternatif: kalau jalan lurus resiko macet tinggi, kalau belok kiri longgar.

Kalau sekadar orang makan minum di depan orang berpuasa, mungkin masih kategori persoalan ringan. Belum pernah masuk ruang seminar ilmiah dan menjadi bahan kajian. Tapi kalau jalan macet, kita perlu ide dan gagasan yang cemerlang dari para ahli dan pakar untuk mengatasinya.

Kalau kita browsing baca-baca artikel di internet tentang jalan macet, kita akan bertemu dengan berbagai hal yang menyebabkan jalan menjadi macet. Namun untuk ‘menghemat kolom’ sengaja tidak saya tuliskan di sini apa saja yang menyebabkan jalan menjadi macet.

Biasanya setelah dipaparkan berbagai penyebab jalan macet, si artikel dengan gaya iklan akan menuturkan: “Lantas bagaimana cara mengatasi jalan macet, Bestie? Apalagi ini bulan puasa lho. Kita mesti sabar. Yuk, simak tips-tips berikut ini.”

Kemudian dijelaskan, misalnya, berangkat lebih awal. Lalu, jangan lupa lihat peta atau google map. Lantas, siapkan atau kuasai rute-rute alternatif. Yang terakhir, tetap tenang sambil baca-baca wirid agar berpahala.

Setelah itu, si artikel segera undur diri: “Demikian tips-tips melewati jalan macet, agar puasa kita tetap berpahala. Selamat mencoba, ya Bestie. Dan tolong ingat ya Bestie. Di bulan Ramadhan ini perbanyaklah berbagi rejeki kepada orang kecil. Mereka itu tidak bisa korupsi dan menjilat atasan.”

Kalau ada yang tanya: “Mana link artikel yang menulis tips seperti itu? Masak membahas jalan macet saja, ada korupsi dan menjilat atasan segala?”

Saya jawab: “Ya ini linknya bosku, hehehehe….”

Selamat berpuasa. Jangan tegang. Tertawalah. Bergembiralah.

 

Banyuwangi, 4 April 2023

* Catatan kultural penulis buku Setelah Kalah, Setelah Menang. Tinggal di Rogojampi-Banyuwangi.

Facebook Comments

Comments are closed.