Membantu Anak Berani Tampil di Depan Umum

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Seorang teman curhat pada saya tentang muridnya. “Aku kasihan sama si Fulan. Saat kuminta maju menjelaskan soal di papan tulis, koq bisa ya dia tiba-tiba pucat, keringetan, tak bisa berkata-kata? Padahal, kalau di bangku, ia aktif bicara.”

“Apa dia belum sarapan?” tanya saya.

“Waktu kutanya, dia bilang sudah. Tapi dia memang kurang percaya diri jika dilihat orang banyak. Pandangan matanya selalu ke mana-mana. Kalau akhirnya mau ngomong, kata-katanya diulang-ulang seperti susah menemukan kalimat.”

…………

Pembaca yang budiman, Anda tentu pernah mengalami atau menyaksikan apa yang dialami Si Fulan muridnya teman saya di atas. Dia tidak berani berbicara di depan kelas. Kalau toh berbicara, yang keluar hampir semua berantakan. Komunikasi jadi tidak lancar.

Mengapa anak takut berbicara di depan kelas? Ada beberapa alasan yang mungkin jadi penyebabnya.

Si anak kurang percaya diri sehingga merasa tidak nyaman atau tidak yakin saat diminta berbicara di depan kelas. Mereka mungkin merasa tak mampu mengekspresikan pikiran untuk menyelesaikan soal. Atau, memang ia tidak menguasai jawaban soal.

Bisa jadi ia bisa menjawab, namun kurang keterampilan berbicara di depan umum sehingga jadi merasa tidak nyaman dan ragu ketika harus berbicara di depan kelas. Beberapa anak mungkin takut atau cemas akan salah menjawab lalu merasa dipermalukan di depan teman-teman mereka.

Perhatian khusus, mungkin ada gangguan emosional atau psikologis. Ada lho anak yang mengalami gangguan semacam kecemasan sosial atau fobia sosial. Gangguan ini yang membuat mereka sangat kesulitan berbicara di depan umum.

Yang perlu kita catat, ketrampilan berbicara di depan umum itu sangat perlu bagi kesuksesan anak di masa depan. Public speaking itu salah satu skill yang sangat bermanfaat bagi kesuksesan. Dalam banyak kesempatan, si anak di masa depan pasti berhadapan dengan kondisi berbicara di depan umum.

Maka, guru atau orang tua perlu membantu anak mengatasi rasa takut atau kecemasan saat berbicara di depan kelas. Orang tua atau guru perlu memberi dukungan positif serta mengupayakan latihan memadai pada anak untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri. Khusus untuk anak yang mengalami gangguan fobia atau kecemasan, perlu konseling atau terapi khusus.

Untuk membuat anak berani bicara, langkah pertama adalah memberikan contoh yang baik. Guru bisa dijadikan contoh setiap hari bagi anak. Tapi, orang tua mungkin tidak setiap hari berkesempatan berbicara di depan umum. Maka, saat ada kesempatan, sesekali ajak anak untuk melihat orang tua berbicara. Misalnya, ajak anak ikut rapat RT saat orang tua memberikan usulan pada pengurus atau warga, Pendeknya, beri anak contoh cara berbicara di depan umum dengan kepercayaan diri yang positif.

Setelah anak melihat contoh, latih ia berbicara dengan jelas dan teratur. Ajarkan keterampilan dasar; bernapas dengan benar, artikulasi kata yang baik, dan pengaturan nada suara yang tepat. Berikan kesempatan anak berlatih berbicara di depan lingkaran terdekat dulu, misalnya keluarga dan teman-teman dekat. Jika sudah mulai terbiasa, coba ajak anak berbicara di depan orang yang belum dikenalnya.

Kalau sudah dilatih, dorong anak untuk benari mengekspresikan diri. Beri atau carikan kesempatan pada anak untuk berbicara. Bisa saat acara pertemuan keluarga, arisan ibu-ibu, acara sekolah, saat pesan makanan pada penjaga toko, dan lain-lain. Kalau anak keliru berbicara, jangan langsung mengkritik atau menertawakannya. Sebaliknya, berikan pujian, dukungan dan dorongan positif lebih dulu. Berani berbicara saja itu berarti sudah ada kemajuan.

InshaAllah, tahap-tahap latihan ini bisa membuat anak kelak tak gentar saat harus berbicara di hadapan orang sedikit maupun banyak.

Facebook Comments

Comments are closed.