Kena Depresi? Coba Dulu Olahraga daripada Konseling

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Sist, kayaknya adikku kena depresi deh. Belakangan ini perilakunya berubah jadi aneh,” kata seorang teman.

“Depresi bagaimana?”

“Aku amati, pandangannya tampak suram, nggak minat ngerjakan hal-hal yang ia sukai, langsung nyolot saat diingatkan. Di rumah, cara berpakaiannya juga asal-asalan. Nggak seperti biasanya. Ia selalu tampak gelisah.”

“Hmmm, ya. Semua itu memang tanda-tanda depresi.”

“Aku sayang banget dia, Sist. Apa yang aku harus lakukan untuk membantunya? Konseling ke psikiater? Minta obat anti-depresi?”

Saya menyarankan, “Kalau nggak terlalu parah, nggak perlu konseling dulu. Coba ajak dia banyak gerak. Ajak olahraga terutama di alam terbuka.”

“Olahraga, Sist?”

“Iya. Peneliti di Australia menemukan, olahraga atau aktivitas fisik lainnya 1,5 kali lebih efektif dibanding konseling atau obat-obatan. Intervensi olahraga 12 minggu sangat efektif mengurangi gejala kesehatan mental, meningkatkan kecepatan aktivitas fisik yang membuat perubahan,” aku menjelaskan.

“Olahraga yang bagaimana?”

“Olahraga apa saja bisa membantu. Semua jenis aktivitas fisik, termasuk aerobik, jalan cepat, latihan ketahanan, Pilates, hingga yoga. Olahraga dengan intensitas lebih tinggi bisa lebih meningkatan hasil untuk mengatasi depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis lainnya pada orang dewasa.”

“Baiklah, saya akan ajak dia gerak badan di luar rumah setelah subuh. Biar dapat udara segar pula,” kata teman saya.

“Bagus, itu. Aktivitas fisik, termasuk intervensi olahraga terstruktur, bisa menjadi pendekatan andalan untuk mengelola depresi, kecemasan atau gangguan psikologis lainnya. Jangan lupa, banyak-banyak bersyukur atas apa pun karunia Tuhan.”

 

Facebook Comments

Comments are closed.