Begini Cara Mendidik Anak Cerdas Finansial Lewat Uang Saku

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Banyak sekali curhatan mamah-mamah muda tentang bagaimana mendidik kecerdasan finansial pada anak-anak mereka. Jujur saja, saya belum sampai pada tahap merdeka finansial seperti diidealkan para motivator. Tapi, setidaknya saya sudah belajar tentang dasar-dasar manajemen finansial untuk anak.

Pertama-tama, kita perlu paham bagaimana anak memandang uang. Cara pandang ini bervariasi tergantung usia, pengalaman, hingga latar belakang budaya. Anggap saja kita menghadapi anak usia 5 tahun dan uang merah seratus ribu rupiah hadiah tantenya saat ulang tahun. Si anak usia tentu sudah memiliki pemahaman tentang nilai uang tetapi mungkin terbatas.

Mungkin, ia menilai selembar uang seratur ribu itu sangat banyak terutama jika ia terbiasa menerima uang saku logam. Karena nilainya banyak, bisa jadi ia menganggap lembaran seratus ribu itu sangat berharga sehingga harus diperlakukan dengan hati-hati, tidak sampai robek atau kusut. Mungkin, dengan selembar seratus ribu itu ia merasa dapat beli sesuatu yang ia suka, seperti mainan, makanan, atau tas sekolah. Tapi, bisa juga ia menyadari selembar uang merah itu tidak cukup untuk beli beberapa barang yang ia inginkan sehingga mungkin saja ia malah kecewa.

Maka, orang tua dan pengasuh perlu mengajarkan konsep dasar uang serta manajemen finansial pada anak, dalam hal ini tentang cara menggunakan uang saku mereka. Salah satu caranya adalah memanfaatkan uang saku rutin untuk anak. Dasar-dasarnya sebagai berikut;

  • Tetapkan Anggaran:

Beri uang saku yang sama dalam periode waktu tertentu. Misalnya, sehari Rp 5 ribu saat usia anak lebih muda. Saat usianya bertambah, jumlah dan periodenya juga ditambah. Misalnya, seminggu Rp 70 ribu. Ajarkan anak untuk tidak minta uang tambahan agar ia bisa membelanjakan uang saku betul-betul sesuai kebutuhan.

  • Diskusikan Menabung:

Beri wawasan anak tentang pentingnya menabung. Dorong anak menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung agar bisa membeli sesuatu yang harganya lebih mahal. Jika memungkinkan, siapkan rekening bank. Jika belum memungkinkan, buatkan celengan. Nah, disiplinkan menabung.

  • Kebutuhan vs Keinginan:

Bicarakan tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pakai bahasa sederhana dan nyata agar anak paham kedua hal itu. Lalu, tegaskan pada anak; dengan uang saku yang terbatas, ia tidak mungkin dapat membeli semua yang ia inginkan, tetapi ia bisa membuat pilihan cerdas tentang apa yang ia butuhkan dan ia harus beli.

  • Perbandingan Nilai:

Ajak anak masuk toko-toko atau datang ke warung-warung atau ke tempat sejenis untuk mengetahui harga-harga produk. Ajari anak membandingkan harga saat mempertimbangkan pembelian. Kalau bisa, dapat barang yang lebih murah dan lebih bermutu agar nilai ekonomi uang saku dapat dirasakan.

  • Tambahan Penghasilan:

Beri wawasan dan kesempatan pada anak untuk mendapatkan uang tambahan di luar uang saku. Caranya antara lain; ikut lomba, jualan kecil-kecilan, bantu bersih-bersih, atau lainnya. Kalau belum bisa di luar, bisa kita beri ‘upah’ saat anak membantu kita di luar kebiasannya. Kalau sehari-hari biasa menata kamar tidurnya sendiri, anak tak perlu diberi upah. Tapi, saat membantu mencuci mobil orang tuanya, boleh lah anak diberi upah. Upaya semacam ini dapat membantu anak mempelajari nilai-nilai kerja dan tanggung jawab.

  • Jangan lupa; Ajari Berbagi 

Boleh, anak pintar mengelola uang sehingga bisa mendapatkan banyak hal dengan uang saku terbatas. Namun, ingatkan anak agar mau membagikan sebagian miliknya pada pihak lain yang membutuhkan. Dalam ajaran Islam, ada konsep zakat, infak dan sedekah. Dalam konsep kenegaraan, ada pajak. Dalam kemasyarakatan, ada sumbangan. Maka, kenalkan anak pada konsep-konsep berbagi itu dengan contoh dan melaksanakan sendiri. Perlihatkan pada anak saat kita membayar pajak, zakat atau sumbangan. Bimbing anak agar tangannya memasukkan uang ke dalam kotak infak masjid. Jika ada peminta-minta, beri anak kesempatan untuk memberikan uangnya. Aksi berbagi yang dilakukan dengan tangan sendiri akan membuat anak kelak jadi lebih ikhlas berbagi saat ia tumbuh dewasa.

Pembaca yang budiman, mengajarkan manajemen finansial kepada anak adalah tentang membantu ia belajar membuat pilihan cerdas tentang uang yang ia punya. Dengan kecerdasan finansial sejak awal, kita dapat membantu anak mengembangkan keterampilan berharga yang akan mereka gunakan sepanjang hidup. Maka, kita harus mengajarkan itu sejak dini.

 

Facebook Comments

Comments are closed.