Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Ponsel berdering. Begitu panggilan aku terima, seorang teman dekat langsung curhat. “Mbak, ibuku pelat. Kalau mau ngomong, susah.”
“Nggak sedang makan, kan? Gigi palsunya nggak lepas? Nggak ada luka di mulut?” saya malah membalas dengan memberondong pertanyaan.
“Setahuku sih enggak semua.”
“Kalau begitu, buruan ke dokter. Periksakan ibumu. Jangan sepelekan gangguan berbicara.”
…….
Pembaca yang budiman, pelat atau pelo dalam Bahasa Surabaya itu berarti cedal atau cadel. Orang yang biasanya normal dan kemudian mendadak cadel itu bisa jadi sinyal ada masalah kesehatan tertentu. Apa lagi jika disertai tanda-tanda lainnya gangguan bicara.
Gangguan bicara pada orang dewasa bisa juga dalam bentuk bicara melambat, suara serak, bicara gagap, dan lain-lain. Gangguan bicara bisa juga disertai gejala lain, misalnya meneteskan air liur, otot wajah melemah, kesulitan mengingat kata-kata, kontraksi otot vokal, dan lain-lain.
Kalau misalnya ada luka di mulut, terlalu banyak menggunakan suara, terkena infeksi virus, gejala gangguan suara ini mungkin bisa segera diatasi dan dipulihkan atau sembuh dengan sendirinya.
Kalau tidak karena itu, dan kondisinya memburuk, maka perlu diagnosis dan perawatan sesegera mungkin dari petugas medis.
Saat di tempat pemeriksaan, biasanya dokter minta info riwayat medis lengkap lalu mengevaluasi gejala. Evaluasi biasanya dilakukan dengan mendengar ucapan pasien untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya dengan pita suara, otak, atau kondisi kesehatan secara umum. Bisa juga dilakukan tes CT scan, tes darah, tes urin, atau lainnya, bergantung keadaan.
Kenapa gangguan berbicara pada orang dewasa atau usia lanjut perlu ditangani dengan serius?
Gangguan bicara mungkin merupakan tanda dari kondisi yang lebih serius, termasuk stroke, cedera otak traumatis, tumor otak, gangguan neurologis atau motorik degeneratif, penyakit yang memengaruhi pita suara, kelumpuhan wajah Bell’s palsy, hingga gejala demensia.
Saya tidak dalam kapasitas memadai untuk curhat soal medis praktis semacam itu. Yang saya paham, gejala gangguan bicara pada orang dewasa atau manula harus direspons secara serius untuk mewaspadai potensi gangguan lebih besar lainnya. Tindakan yang lebih awal dan tepat bisa mengurangi risiko gangguan lebih besar itu.


