Apa Benar Nonton Film Romantis Bisa Merebakkan Cinta Anda?

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Kalau sudah mendekati pertengahan Februari gini, ada saja yang curhat soal cinta-cintaan atau romantis-romantisan. Salah satunya, teman dekat saya.

“Esti, kalau Valentinan gini, biasanya aku sama suami nonton bareng film romantik. Biar kami terbawa ikutan suasana romantic, gitu…”

“Iya, ta? Lha suamiku lebih suka nonton bola. Gimana bisa romantik?” aku menanggapi dengan kelakar.

Pembaca yang budiman, apakah Anda juga perlu menonton semacam drakor Full House yang dibintangi Song Hye Kyo dan Rain untuk membangkitkan cinta dengan pasangan? Mungkin ya, mungkin tidak. Saya sependapat bahwa semua tergantung kondisinya.

Banyak teman saya, saat mengalami ‘tantangan Februari’, memilih nonton film romantik. Sering kali ada yang menilai film romantis itu membosankan, atau menganggapnya dangkal dan konyol, meski banyak juga yang sampai mengharu-biru menikmatinya. Nah, pasangan yang saling cinta biasanya bisa menikmati film romantis meski salah satu harus sangat toleran dan ngalah.

Valerie Kretz meneliti kebiasaan menonton televisi dan film terhadap 306 orang dewasa. Hasilnya, orang-orang yang suka menonton drama televisi dan film romantis sangat percaya pada gagasan bahwa ‘cinta bisa mengalahkan segalanya’ dan mengaku mengalami kepuasan tertinggi dalam hubungan mereka. Bahkan, orang-orang yang kecanduan sinetron juga cenderung percaya pada belahan jiwanya.

Mengapa bisa begitu? Bisa jadi, karena orang mudah dipengaruhi oleh apa yang ditonton dan orang cenderung hanya menonton apa yang paling diinginkan. Kalau suka nonton yang romantis-romantis, ya kira-kira seperti itu lah kondisi alam pikirannya.

Saya pribadi merasa, cinta pada pasangn bisa dibina dengan berbagai cara –menonton film romantik hanya salah satu cara. Kalau misalnya metode nonton film nggak terlalu berhasil, masih ada banyak cara lain.

Misalnya, staycation berduaan di tempat yang tenang, menyempatkan diri cuddling berdua, mengulang kembali kata-kata romantik seperti saat awal bertemu, beralih peran sejenak untuk bisa saling merasakan aktivitas pasangan, dan lain-lain.

 

Facebook Comments

Comments are closed.