Merindukan Bangkitnya Stasiun Idaman di Bondowoso

Oleh: Desi Arisandi

mepnews.id – Bondowoso adalah salah satu kota kecil yang sejuk, aman dan tentram di Jawa Timur. Mendapat julukan ‘kota pensiun’ karena ada beberapa masyarakat yang menjadi orang sukses di kota–kota besar lalu kembali ke kampung halaman Bondowoso untuk menikmati masa pensiun atau purna tugas.

Di tengah Alun–alun Bondowoso terdapat monumen gerbong maut. Monumen ini menceritakan peristiwa kemanusiaan yang terjadi saat pemindahan tahanan dari penjara Bondowoso menuju penjara Surabaya. Pemindahan menggunakan kereta api dengan gerbong barang yang atapnya terbuat dari plat besi dan tidak berventilasi. Kondisi panas dan kurang udara menimbulkan banyak korban jiwa para tahanan.

Selain monumen Gerbong Maut, di Bondowoso juga ada Monumen Stasiun Kereta Api di Mandaluki, Kademangan. Dua monumen ini membuktikan dulu ada kereta api di Bondowoso. Jalurnya meliputi Panarukan-Bondowoso-Kalisat-Jember yang awalnya untuk mengangkut komoditas tembakau, kopi, beras dan produk perkebunan lainnya dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo ke Port Panarukan. Kemudian, Stasiun Bondowoso melayani kereta lokal Jember dan Panarukan. Namun, pada tahun 2004, Stasiun Bondowoso dan jalur Panarukan-Bondowoso dinonaktifkan karena infrastrukturnya sangat tua.

Saya mendambakan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan elegan. Jalur kereta api bisa cepat menghubungkan Bondowoso dengan kota-kota besar lain. Saat ini, jika orang Bondowoso mau ke Jakarta, yang lama adalah perjalanan darat menuju Bandara Juanda di Surabaya. Jika dengan kereta api, waktu tempuh bisa dipercepat.

Di masa akan datang, seiring kemajuan IPTEK dan SDM yang kuat, saya berharap Stasiun Bondowoso berubah dan berfungsi lagi dengan tujuan kota- kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Saya impikan, stasiun dibangun layaknya gedung mewah yang dilengkapi tempat bermain anak-anak, toko–toko penjual souvenir dan makanan, serta dilengkapi tempat khusus bagi penyandang disabilitas. Tempat bermain anak–anak dilengkapi permainan layaknya ada di mal–mal. Tempat khusus penyandang disabilitas dibuat agar mereka merasa nyaman dan tidak perlu berdesak-desakan dengan penumpang lain saat akan menaiki kereta. Juga, museum tentang stasiun kereta api pada masa dulu dan miniatur gerbong kereta harus dipertahankan agar bisa dilihat calon penumpang.

Bentuk kereta apinya pun dibuat menarik. Lokomotifnya berbentuk sesuai karakter anak-anak. Ada yang dihiasi seperti karakter Thomas, Doraemon, Hello Kitty dan lain-lain sehingga menarik perhatian anak–anak. Meski demikian, kecepatannya bisa diandalkan.

Gerbongnya dibuat nyaman sehingga penumpang tidak merasa lelah di perjalanan. Gerbong dilengkapi tempat duduk empuk layaknya di hotel. Layar tv digital ada di setiap tempat duduk, sama seperti di pesawat terbang. Setiap gerbong diberi cctv untuk memantau aktivitas penumpang dan mengurangi peluang terjadinya kejahatan pencopetan, perampokan hingga pembunuhan. Setiap gerbong memiliki cafe yang menjual makanan sehat serta segala kebutuhan penumpang. Petugas kereta api layaknya pramugari melayani penumpang setiap saat.

Tiket kereta api menggunakan kartu khusus yang bisa dibeli di tempat–tempat khusus selain di stasiun. Saat masuk stasiun, penumpang tinggal menggesekkan kartu tanda kota tujuan. Setelah itu, penumpang menunggu kereta datang. Saat akan menaiki gerbong, penumpang tidak perlu berdesak-desakan lagi. Mereka menaiki gerbong dengan tertib karena disediakan gerbong dan kursi pas sesuai pesanan.

Tidak menutup kemungkinan nanti di Bondowoso ada beberapa kereta api listrik. Dengan menggunakan kereta api listrik, penumpang merasa nyaman dan cepat sampai di tujuan sekitar Bondowoso.

  • Penulis bekerja di UPTD SPF SDN Dabasah 3 Bondowoso

Facebook Comments

Comments are closed.