mepnews.id – Saat musim penghujan belum usai, dan saat beberapa daerah masih bergumul banjir, sejumlah persawahan di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, justru mulai mengalami kekeringan. Salah satunya persawahan di Desa Kuwurejo.
Pada Januari 2023, saat puncak musim hujan, bencana hidrometeorologi yang disebabkan cuaca dan siklus hidrologi masih terjadi di Semarang dan sekitarnya. Namun, kekeringan justru mulai dirasakan di Bluluk.
“Di sini sudah tidak pernah diguyur hujan sejak lebih dari dua pekan terakhir. Mulai banyak retakan tanah di lahan sawah milik warga. Beberapa tanaman padi terancam mengering,” kata Paiseh, petani tradisional di Desa Kuwurejo, pada 15 Januari.
Masyarakat mulai resah dengan ancaman kekeringan ini. Wilayah Desa Kuwurejo berada di perbukitan dan tidak mempunyai sistem pengairan saluran dari waduk. Sangat sulit memperoleh pasokan air jika lewat irigasi dari waduk di bawahnya dan letaknya jauh.
Maka, saat tidak ada hujan, para petani menggantungkan pasokan air dari sumur bor. Mereka membuat sumur di lahan pertaniannya masing masing demi memperoleh air untuk mengairi sawah. (Revaldi)


