Waspada; Ada Amoeba Pemakan Otak

mepnews.id – Akhir tahun 2022, dunia dihebohkan dengan kasus kematian pertama warga Korea Selatan akibat infeksi Naegleria fowleri. Prosesnya kurang dari dua minggu. Meski sudah lama diketahui, kasus ini patut diwaspadai.

Dwi Peni Kartikasari dr M.Imun

Dwi Peni Kartikasari dr M.Imun, dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan kasus tersebut tidak sering terjadi. “Penemuan kasus infeksi ini sudah sejak bertahun-tahun lalu. Hanya ada 300-an kasus. Menariknya, dalam sebagian besar kasus, pasiennya kontak langsung dengan air tawar,” ujarnya.

Naegleria fowleri adalah protozoa yang menyebabkan nekrosis alias kematian sel otak. Julukannya, amoeba pemakan otak. Binatang sel tunggal ini menginfeksi melalui hidung yang kemudian menembus otak dalam waktu singkat. Kerjanya yang cepat ini menjadi penyebab lebih banyak kasus kematian daripada kasus kesembuhan.

“Hanya beberapa orang yang sembuh karena dapat dideteksi sejak awal sehingga mendapat terapi optimal dan lebih dini. Salah satu yang selamat tidak mengalami kerusakan otak karena mendapat kombinasi obat antiprotozoa dan terapi hipotermia,” ungkap parasitolog tersebut.

Gejala infeksi Naegleria fowleri mirip penyakit meningitis. Itu membuat, cepat atau lambat, orang yang terinfeksi segera dibawa ke rumah sakit. “Terjadi peningkatan suhu disertai sakit kepala yang hebat dan muntah. Setelahnya, pasien mengalami kaku di bagian leher, gangguan kesadaran dan keseimbangan,” paparnya.

Peni berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada ketika akan berkontak langsung dengan air tawar, terutama yang langsung dari alam. “Kalau berenang, ya, airnya tidak perlu dihirup melalui hidung. Juga perlu dipastikan bahwa kolam renangnya telah diberi kaporit,” ucapnya.

Selain itu, seperti saran dari CDC (Centers for Disease and Control and Prevention) Amerika Serikat, jika airnya akan digunakan, misalnya untuk berwudhu, boleh direbus dahulu untuk lebih meyakinkan bebas penyakit. Ia juga menyarankan masyarakat agar cepat ke rumah sakit jika mengalami demam disertai sakit kepala yang hebat dan muntah sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.