Mom, Gadget Bukan Alat Tepat untuk Menenangkan Anak Rewel

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Anakku, kalau rewel, aku kasih smartphone. Eh, dia langsung jadi asyik main. Tenang, gak rewel,” kata seorang mama muda di sela arisan kompleks perumahan.

“Eh, iya. Anakku juga begitu. Kalau ia sudah main gadget, aku bisa nyambi masak, setrika, atau lainnya. Nggak rewel blas,” mama yang lain menimpali.

Para pembaca yang budiman, apa yang diobrolkan mama-mama muda ini sepertinya sudah jadi hal umum yang dialami banyak orang tua. Saat sibuk, lalu anak mereka yang kecil cerewet, maka gadget jadi andalan untuk menenangkan.

Memberikan perangkat digital kepada balita cerewet sepertinya menawarkan perbaikan instan. Tapi, hati-hati dengan pengaruh terhadap perilaku di kemudian hari. Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, cara ini berpengaruh pada peningkatan disregulasi emosi pada anak-anak.

Jenny Radesky, dokter anak perilaku perkembangan dari University of Michigan yang melakukan penelitian, mengingatakan konsekuensi jangka panjangnya. Saat perangkat digital digunakan pada anak usia dini agar tidak rewel, itu justru membuang peluang bagi si anak untuk mengembangkan metode mandiri untuk mengatur diri sendiri.

Bagaimana ia mendapatkan kesimpulan itu?

Antara Agustus 2018 hingga Januari 2020, dilakukan studi terhadap 422 orang tua dan 422 anak usia 3-5 tahun. Para peneliti menganalisis respons orang tua terhadap seberapa sering mereka menggunakan perangkat digital sebagai alat penenang dan keterkaitannya dengan gejala reaktivitas emosional atau disregulasi selama periode enam bulan.

Dokter Radesky menjelaskan, tanda-tanda peningkatan disregulasi itu antara lain ada perubahan cepat antara kesedihan dan kegembiraan, perubahan suasana hati yang tiba-tiba, dan perilaku impulsif yang meningkat.

Temuan penelitian menunjukkan, perangkat digital memang segera menenangkan anak tapi ada konsekuensi emosional sangat tinggi di antara anak laki-laki dan anak yang mungkin mengalami hiperaktif, impulsif, dan temperamen kuat. Anak-anak ini cenderung bereaksi secara intens terhadap perasaan seperti kemarahan, frustrasi, dan kesedihan.

Dari temuan itu, dokter Radesky berpesan, “Menggunakan gawai sebagai cara untuk menenangkan anak-anak yang gelisah dapat menimbulkan masalah ke depan bagi anak-anak yang sedang berjuang dalam hal keterampilan mengatasi emosi.”

Periode prasekolah hingga taman kanak-kanak memang tahap perkembangan ketika anak-anak jadi lebih cenderung menunjukkan perilaku yang sulit. Antara lain; mengamuk, membangkang, atau meluapkan emosi secara intens.

Sebagai orang tua atau pengasuh, jangan andalkan gadget untuk mengurangi perilaku negatif itu. Memang rasanya nyaman bila anak segera tenang saat main gadget. Tapi, kebiasaan menggunakan gawai untuk mengatur perilaku rewel akan semakin menguat dan adiktif seiring dengan tuntutan anak-anak yang semakin kuat. Semakin sering gawai digunakan, semakin sedikit latihan mandiri yang dilakukan anak-anak untuk mengatasi permasalahan mereka.

Jadi, gunakan gadget secara bijaksana pada anak. Jangan asal-asalan.

Facebook Comments

Comments are closed.