Onde-onde, Tak Lekang oleh Gerusan Zaman

Oleh: Ul Khusna

mepnews.id – Makanan ini biasa dikonsumsi rakyat kecil untuk suguhan pengajian, kemanten maupun syukuran. Bentuknya bulat, terbuat dari tepung ketan, ditaburi biji wijen dan dalamnya dikasih isian kacang hijau yang sudah dilembutkan dan dibentuk bulatan juga. Rasanya nikmat, gurih, kenyal dan manis, ketika sudah bercampur jadi satu saat dikunyah.

Volume bulatannya ada yang sekecil bola pingpong, ada yang segedhe bola kasti, tergantung pembuatnya. Untuk membuat bulatan, biasa pakai manual tangan. Bahan dikepal-kepal, lalu diputar-putar dengan telapak tangan, sambil ditempelkan di loyang. Saat masuk penggorengan, minyaknya harus banyak agar onde-onde bisa matang sempurna.

Makanan ini enak dikonsumsi saat hujan tiba. Lebih nikmat jika dipakai teman saat minum teh atau kopi. Kandungan gizinya juga bagus untuk tubuh. Satu onde-onde mengandung 423 kJ energi atau setara 101 kkal. Energi tersebut terdiri atas 1,83 gram lemak, 1,51 gram protein dan 19,42 gram karbohidrat. Pantas saja, ibu saya selalu membelikan jajanan onde-onde saat pasar buka.

Kami sekeluarga bisa menikmati jajanan onde-onde saat ibu pulang dari pasar. Begitu tas belanja dibuka, kami langsung berebut mencari bungkusan daun jati. Di desa, semua jajanan dibungkus daun jati dan daun pisang. Meski belum sarapan pagi, ngemil onde-onde bisa kenyang 3 sampai 4 jam. Ibuku membelikan onde-onde per anak minimal dua. Kalau ada lebihan, baru dimakan Bapak. Tentu sambil menunggu masakan Ibu matang.

Hampir semua anak kecil zaman dulu doyan jajanan ini. Beda dengan anak sekarang yang lebih menyukai jajanan pabrikan. Zaman dulu, onde-onde juga bisa dinikmati saat ada banyak orang hajatan. Di desa, onde-onde menjadi syarat utama untuk suguhan tamu.

Alhamdulillah, kini peminat onde-onde masih meluas. Di perkotaan, ketika ada pesta nikah, acara resmi dan di hotel, kadang juga ada cemilan onde-onde. Tampilannya memang unik dan menyelerakan. Tingkat keawetannya juga lumayan lama. Bisa bertahan 3 sampai 4 hari.
Jajanan masa saya kecil ini ternyata terbawa sampai tua. Tiap ada momen kumpul-kumpul keluarga, kerabat atau teman, suguhan onde-onde hangat selalu saya usahakan ada.

  • Penulis adalah pengelola PAUD di Bojonegoro.

Facebook Comments

Comments are closed.