Tahun Ajaran Baru 2023, ITS Surabaya Akan Membuka Prodi Baru Teknologi Kedokteran

MEPNEWS.ID – Untuk mengembangkan dunia kesehatan pada tahun ajaran 2022/2023 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan membuka Prodi baru Teknologi Kedokteran.

Program studi (Prodi) Teknologi Kedoktoran yang dibuka mulai tahun ajaran baru 2023 ini untuk jenjang Strata 1 (S1) yang merupakan pengembangan dari Prodi Teknik Biomedik.

Rektor ITS Surabaya, Prof Dr Ir Mochamad Ashari mengatakan bahwa ITS secara resmi membuka prodi S1 Teknologi Kedokteran mulai tahun ajaran 2022/2023 ini.

Prodi Teknologi Kedokteran ini nantinya akan berada di bawah naungan Departemen Teknik Biomedik.

“Selain Teknik Telekomunikasi, ITS juga membuka prodi baru Teknologi Kedokteran melalui jalur mandiri dan kemitraan mulai tahun ini,” tegas guru besar Teknik Elektro tersebut.

Lebih lanjut, menurut Rektor Ashari, bahwa ITS harus bisa memperluas bidang keilmuannya, tidak hanya di bidang teknologi dan sains tetapi juga di bidang kesehatan.

Bidang kesehatan tidak hanya prodi Kedokteran, tetapi juga Teknologi Kedokteran.

“Selain Teknologi Kedokteran, ke depannya ITS juga akan meluncurkan prodi rumpun kesehatan lainnya,” terangAshari.

Rencananya, angkatan pertama prodi S1 Teknologi Kedokteran akan berjumlah 40 mahasiswa.

Untuk perkuliahan menggunakan gedung Subdirektorat Koordinasi Perkuliahan Bersama (SKPB) untuk menjalankan kuliah nantinya.

Selain itu, laboratorium kedokteran seperti anatomi dan fisiologi bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, sementara untuk laboratorium mata kuliah fisika, kimia, dan biologi berlokasi di ITS.

Kepala Departemen Teknik Biomedik, Dr Achmad Arifin menjelaskan pada tahun pertama, kurikulum yang digunakan mirip dengan Teknik Biomedik.

Kemudian pada tahun kedua hingga tahun akhir, mahasiswa akan difasilitasi untuk lebih banyak praktik langsung bersama dokter, seperti pengoperasian alat kesehatan secara langsung kepada pasien.

Prodi S1 Teknologi Kedokteran ITS memiliki tenaga pengajar yang berpengalaman.

Beberapa dosen tersebut antara lain adalah Dr Ir Adhi Dharma Wibawa, selaku Kepala Prodi Teknik Kedokteran yang merupakan ahli di bidang pemrosesan sinyal biomedik.

Kemudian Dr Dhany Arifianto ahli di bidang audiologi, Hamdan Dwi Rizqi ahli di bidang biokimia, dan beberapa dosen pengajar berkompeten lainnya.

Arifin berharap, dengan dibentuknya prodi S1 Teknologi Kedokteran dapat merealisasikan visi ITS yakni pemanfaatan teknologi pada kesehatan.

Selain itu, harapannya bagi mahasiswa S1 Teknologi Kedokteran adalah keahlian yang dipelajari dapat dijadikan bekal ilmu untuk dapat mengabdi kepada masyarakat.

“Dengan begitu, cita-cita pendiri ITS untuk melayani kesehatan melalui teknologi dapat tercapai,” tutur Arifin penuh harap. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.