Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM
mepnews.id – Optimisme adalah sikap mental yang ditandai dengan harapan dan keyakinan tentang kesuksesan dan masa depan secara positif. Maka, orang optimis cenderung memandang kesulitan sebagai pengalaman belajar. Orang optimis bisa memandang hari paling menyedihkan pun menjanjikan ‘besok akan lebih baik.’
Pembaca yang budiman, manfaat menjalani hidup optimis itu banyak sekali. Antara lain; membuat kita mengambil sikap lebih positif terhadap kehidupan, membuat kita lebih sehat secara mental maupun fisik, mendorong kita bisa mencapai sesuatu lebih besar, dan lain-lain.
Nah, selain pada diri sendiri, kita juga harus turut menumbuhkan karakter optimistis pada anak-anak. Tujuannya agar anak lebih sukses menjalani hidup kelak. Agar anak bisa belajar bagaimana menaklukkan rintangan dan percaya diri bisa menghadapi tantangan.
Tapi, bagaimana caranya? Berikut ini sebagian kecil cara yang bisa mendorong mental optimistis anak;
- Puji usahanya; bukan keberhasilannya.
Ini akan membuat anak bisa belajar bahwa nilai dari berproses lebih dahsyat daripada sekadar berhasil. Kelak anak dapat menerima kegagalan sebagai sesuatu yang bersifat sementara daripada permanen. Dari bayi hingga remaja, dorong anak akan lebih fokus pada pemecahan masalah, mengembangkan kemampuan baru, dan bergerak maju dengan percaya diri.
- Dorong untuk berani mencoba sesuatu yang baru.
Ajak anak untuk mulai makan sendiri, berani menangkap serangga menjijikkan, mau memanjat pohon tinggi, dan lain-lain. Setiap aktivitas baru bakal memperluas ‘apa yang bisa’ dilakukan anak. Ini bisa menghilangkan kebosanan pada hal-hal yang rutin, sekaligus bisa menciptakan rasa kompetensi dan keterlibatannya dengan dunia.
- Bekali dengan dukungan emosional nyata.
Sering-sering bisikkan kata, “Ya, kau bisa” saat anak dalam posisi antara menjelang tertidur dan sedang tertidur. Sering-sering hadir saat anak sedang berlomba. Beri semangat saat anak akan melakukan sesuatu yang baru. Ini bisa menjadi dukungan emosional yang sangat diperlukan anak untuk menjalani proses.
- Minta anak membantu anak lain.
Anak akan merasa bisa, kuat dan mampu, ketika mendapat kesempatan membantu anak atau orang lain. Maka, cari cara agar anak melakukan tindakan kebaikan kecil maupun besar untuk anak atao urang lain. Bisa dengan memberikan mainannya yang tidak terpakai, menggambar untuk teman yang sakit, menabung uang untuk menyumbang perbaikan masjid, atau membersihkan sampah di taman sekolah. Selalu ada cara bagi anak untuk membuat perbedaan daripada sekadar duduk diam merasa tidak berdaya.
- Jadilah panutan terbaik bagi anak.
Anak pasti tidak dapat belajar optimisme dan ketangguhan tanpa Anda sendiri menjadi contoh nyata orang yang optimis. Maka, dalam keseharian, selalu tunjukkan sikap dan tindakan optimistis. Antara lain Anda bisa menanggapi masalah dengan keyakinan, keikhlasan, kepercayaan diri, serta sentuhan humor.


