Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Horeeee…. liburan akhir tahun sudah dekat. Banyak yang mensyukuri nikmat ini. Tapi, ada juga yang bingung cara menjalaninya.
“Aduh, pengen sekali liburan. Tapi aku ada si bocil, nih. Umurnya masih di bawah tiga tahun. Pasti repot diajak jalan. Bagaimana nanti kalau rewel, nangis, sakit…?” begitu keluh seorang mamah muda.
Para pembaca yang budiman, mengajak anak batita pergi liburan memang memberi kesenangan dan tantangan tersendiri. Senang jika si bocil bisa turut bergembira, bisa menikmati perjalanan, bisa mendapat pembelajaran saat bertemu orang dan keadaan yang baru, dan fisiknya baik-baik saja. Tantangannya, suasana hati dan fisik anak gampang beralih seiring pergantian kondisi lingkungannya di tempat-tempat baru.
Tapi, jangan terlalu cemas. Ada beberapa tips terkait kondisi anak untuk membuatnya tenang dan senang selama perjalanan liburan.
- Beri makan dengan baik
Ya iya, lah. Nggak liburan pun, kita tetap harus memberi makan anak dengan baik. Tapi, kondisi liburan tentu beda. Pastikan anak makan sarapan, makan siang, makan malam, dan dua kudapan. Saat liburan, ada kemungkinan jadwal makan bersama digeser. Nah, ini jangan sampai mengganggu jadwal makan si kecil. Jangan sampai ia kelaparan karena terpaksa menunggu makan orang tuanya. Kalau anak kelaparan, bisa jadi masalah. Oh, ya. Bawalah camilan sehat, misalnya buah atau sayuran, di dalam tas atau mobil selama perjalanan liburan. Ini bisa membantu anak tidak kelaparan sekaligus menyibukkan ia sehingga lupa rewel saat di jalan.
- Perhatikan rutinitas mereka
Rutinitas anak memberi kita kondisi yang aman, nyaman, dan dapat diprediksi. Ketika rutinitas terganggu karena perjalanan liburan, bisa saja itu dapat memicu perasaan tidak aman dan tidak nyaman pada anak. Maka, saat mengubah rutinitas, beri tahu lebih dulu pada anak tentang apa yang terjadi, ke mana Anda akan pergi, dan siapa yang akan berada di sana. Ini agar anak paham dan siap.
- Jaga tidur
Karena padatnya jadwal liburan, bisa-bisa si bocil bangun lebih awal, melewatkan tidur siang, atau juga bangun terlambat. Mungkin ada batita yang ‘tahan banting’ untuk urusan tidur. Tapi, lebih aman Anda pertahankan waktu tidur anak. Sesuaikan jadwal perjalanan dengan waktu tidur anak. Atau, tidurkan anak saat perjalanan. Anak yang lelah atau kurang tidur seringkali rewel.
- Perhatikan kondisi lingkungan
Di tempat liburan, pertimbangkan kondisi yang sesuai dengan anak kecil. Apakah si bocil cocok dengan suasana hingar-bingar yang akan Anda kunjungi? Apakah si bocil kerasan bertemu dengan orang-orang yang Anda akan kunjungi? Si bocil tetap lah anak-anak yang berfikir dan berperilaku selayaknya anak kecil umumnya. Maka, antisipasi perilaku tertentu yang mungkin dapat mengganggu suasana.
- Hormatilah anak-anak Anda
Liburan bisa menjadi waktu yang luar biasa bagi Anda. Tapi, bagaimana menurut anak kecil? Coba bayangkan diri Anda pada posisi anak Anda. Apakah Anda ingat bagaimana rasanya saat dicium Nenek? Atau saat makan jajan pasar Buyut? Anak memiliki hak untuk menolak ketika orang dewasa ingin memeluk atau mencium merekanya jika ia merasa tidak nyaman atau tidak aman. Jadilah advokat terbaik untuk anak Anda saat menghadapi orang-orang dewasa lain.
Tips di atas hanya patokan umum untuk dipertimbangkan. Pada dasarnya, pastikan kebutuhan fisik dan psikis anak terpenuhi selama liburan, maka kerewelan bakal bisa terhindarkan. Maka, luangkan waktu untuk memikirkan rencana liburan dan perhatikan kebutuhan anak saat melakukannya.
Selanjutnya, itung anggaran keuangannya.


