Jangan Pernah Lupakan Perpustakaan

Oleh: Watiyem

mepnews.id – “Perpustakaanku adalah arsip kerinduan” –Susan Sontag

Saya penggemar perpustakaan. Maka, kutipan yang disampaikan Susan Sontag di atas tidak berlebihan buat saya. Hal yang saya rindukan ketika saya datang ke sebuah kota adalah menemukan perpustakaan. Saya biasanya mendaftarkan diri menjadi anggota jika memungkinkan.

Perpustakaan merupakan tempat yang egaliter. Semua orang, mulai dari balita, remaja, orang tua, mahasiswa, politikus, pedagang, petani, pengangguran bahkan mungkin pengemis, mempunyai hak dan diperlakukan sama di tempat itu. Walau masing-masing mempunyai tujuan berbeda, mereka diperlakukan sama di perpustakaan.

Kontribusi perpustakaan memang luar biasa. Bagi saya, perpustakaan adalah sekolah kedua. Perpustakaan adalah tempat yang bisa saya kunjungi untuk memperluas pengetahuan. Tempat saya bisa menemukan jawaban. Saat keluar dari perpustakaan, otak saya menjadi berkembang oleh siraman ilmu baru.

Di perpustakaan daerah Magetan, intensitas kunjungan saya memang tak pasti berapa kali dalam satu minggu atau bulan. Rata-rata, bisa enam sampai delapan kali kunjungan dalam sebulan. Biasanya, saya sudah meminjam beberapa buku untuk saya nikmati di rumah. Atau, seminggu bisa tiga sampai empat kali jika ada kegiatan lomba seperti mendongeng, menulis atau kegiatan literasi lainnya.

Perpustakaan juga bisa menjadi destinasi kunjungan wisata edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Di tempat itu anak-anak bisa mengeksplorasi buku-buku, berinteraksi, dan belajar. Menemukan dan mengeksplorasi buku-buku yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya adalah sensasi yang luar biasa dan memberikan kebanggaan diri.

Namun, sebagai anggota perpustakaan daerah Magetan, saya belum bisa mengatakan perpustakaan ini sudah memenuhi standar. Belum seperti standar di beberapa perpustakaan daerah yang lain dari segi buku maupun fasilitasnya.

Padahal, jika saya lihat, minat baca para warga muda cukup bagus. Saat saya berada di perpustakaan, banyak anak sekolah maupun mahasiswa menyibukkan diri menikmati buku-buku atau sekadar menikmati jaringan internet gratis.

Saya berharap, upgrading mulai dari staf hingga fasilitas perpustakaan bisa dilakukan secara berkala. Karena perpustakaan merupakan salah satu sarana terbaik yang dimiliki pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas literasi para warganya, maka entah dengan cara bagaimana yang dimiliki tim pustakawan, harapan terbesar saya adalah sosialisasi literasi benar-benar digalakkan.

Untuk pemerintah daerah kota Magetan, sebagai usaha peningkatan semangat literasi dan melek aksara bagi warga, akan lebih baik jika di setiap kecamatan ada perpustakaan. Untuk daerah-daerah yang jauh, warganya tidak harus datang ke pusat kota untuk bisa membaca buku.

Jika adanya guru dalam proses pendidikan yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh teknologi apapun, begitu pula buku dan perpustakaan yang juga tidak bisa ditinggalkan sebagai media dan sarana dalam mempelajari ilmu pengetahuan.

Maka, mengkombinasikan teknologi informasi dengan fasilitas fisik yang dimiliki, serta usaha sosialisi yang baik, bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga konsistensi perpustakaan di tengah kemajuan teknologi.

  • penulis adalah guru di SDN Baron 2, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Facebook Comments

Comments are closed.