mepnews.id – Selasa, 4 Oktober 2022, KSK (Kajian Sor Keres) Bojonegoro, memindahkan lokasi kajian publiknya. Biasanya berlangsung di bawah pohon keres, kali ini di New Garasi Cafe and Resto. Ini sesuai tema kajian yakni ‘Membranding Industri Kreatif Bojonegoro.’
Dry Subagio, selaku ketua KSK, membeberkan Bojonegoro banyak komunitas kreatif yang mestinya memiliki nilai jual di pasar nasional. Ada desain grafis, film, kuliner, bahkan wisata edukasi hingga geosites.
“Bojonegoro punya satu di antara dua sumber minyak tradisional, selain di negara bagian Texas di Amerika Serikat. Sumur-sumur minyak di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, bahkan dijuluki Teksas Wonocolo. Mirip seperti di Texas, Wonocolo memiliki penambangan minyak yang masih dikelola secara tradisional,” kata Mas Dry, panggilan akrabnya.
Lokasi Teksas Wonocolo ini berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Bojonegoro dan berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Wonocolo diusulkan sebagai geosite dalam Petroleum Geoheritage karena di tempat ini juga tersingkap batu-batuan yang mewakili sistem petroleum dan adanya pengambilan minyak tradisional di sumur-sumur tinggalan zaman Belanda. Pengambilan minyak dilakukan secara tradisional dengan mesin-mesin mobil dan menggunakan rig-rig dari kayu jati.
Tak kalah menarik, puncak antiklin Wonocolo mempunyai ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Sedangkan pemboran paling dangkal sekitar 200 m dari puncak lipatan. Dengan begitu, ketinggian minyak yang diambil pada reservoir Wonocolo masih berada di atas permukaan laut. Ini membuktikan pemboran minyak tradisional di Wonocolo adalah yang paling dangkal di seluruh Indonesia, bahkan dunia.
“Geosite Wonocolo ini dapat dikembangkan menjadi Wisata Geologi Sumur Tua Wonocolo yang merupakan energi tidak terbarukan,” kata Dry.
Penamaan Teksas Wonocolo ini juga kreatif. Selain karena kondisi lingkungannya mirip lokasi ladang minyak di Texas, Teksas itu sendiri singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.
Teksas Wonocolo kini menjadi lokasi wisata edukasi. Di situ terdapat Rumah Singgah yang menjadi learning center tentang minyak dan cara eksploitasinya. Selain itu juga terdapat wisata adventure menggunakan Jeep di seputar kawasan.
“Ini salah satu potret Bojonegoro yang bisa dijual. Sekarang tergantung komunitas kita apakah mampu berkolaborasi dengan komunitas kreatif yang ada hingga mampu berdaya saing. Ya kita harus memulai. Tidak bisa menggantungkan pemerintah kabupaten saja. Tiwas kesel,” begitu Dry mengakhiri paparannya.
Hadir dalam diskusi publik kali ini jajaran Kadin Bojonegoro, komunitas UMKM yang dipandegani Rohman. Ia berharap apa yang dilakukan KSK dengan pameran UMKM tiga pekan lalu dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama yang lebih memberikan suport pada teman-teman UMKM.
H. Abdul Mustajib, Sekretaris Askab PSSI Bojonegoro, sebelum menyampaikan paparan, menundukkan kepala sejenak dan berdoa untuk saudara-saudara yang mengalami musibah di Stadion Kanjuruan Malang dua hari silam. Dalam paparannya, Mustajib mengingatkan perlunya pembinaan sejak dini pada atlet agar sepakbola Bojonegoro dapat eksis dan jaya seperti dulu yang bisa mencapai liga satu.
Abdussafik, selaku moderator, mengatakan, “Kita harus belajar banyak dari Yogyakarta atau Bali, untuk menumbuhkan industri kreatif.” Ucapan ini disusul denag penutupan kajian publik siang itu. (Yazid Mar’i)


