Bupati Bojonegoro Beberkan Dana Abadi

Oleh: Yazid Mar’i

mepnews.id – Selasa 2 Agustus 2022, Kajian Sor Keres (KSK) mengangkat tema ‘Dana Abadi’. Salah satu yang hadir dalam diskusi adalah Bupati Anna Mu’awanah.

Tema ini mencerminkan persoalan yang tengah ramai dibicarakan. Mengapa? Bojonegoro, dengan APBD besar, tentu memiliki keinginan tetap survive di kemudian hari ketika berkah minyak lifting-nya berangsur turun.

Membuka kajian siang ini, Yazid Mar’i selaku Sekretaris KSK melontarkan tentang pendidikan sebagai tolok ukur kemajuan bangsa, termasuk kabupaten. Dalam makna lain, predikat negara maju bukan terletak pada besarnya Sumber Daya Alam (Natural Resources), melainkan pada Sumber Daya Manusia (Human Resources). Salah satu kuncinya adalah pendidikan.

“Bupati sering mengungapkan keinginannya untuk menciptakan keadilan antar generasi melalui penjaminan akses pendidikan yang sifatnya berkelanjutan untuk masyarakat Bojonegoro,” kata Yazid.

Dry Subagio, selalu Ketua KSK, menyampaikan, tema ‘Dana Abadi’ dengan menghadirkan Bupati Anna Mu’awanah adalah keinginan KSK sebagai bagian dari masyarakat untuk mengetahui Raperda terkait tema, sebelum kemudian disahkan menjadi perda.

Menurutnya, ini penting agar KSK mampu berkobtribusi positif terkait dana abadi yang perioritasnya kepada pendidikan.

Bupati Anna Muawanah mengawali paparannya dengan menyatakan kewajiban mengurus pendidikan adalah amanah UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2. Penjaminan hak dasar warga negara oleh pemerintah terhadap akses pendidikan yang berkualitas sangatlah penting. Ayat 1 dan 2 tersebut secara eksplisit menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pemerintah wajib membiayai pendidikan.

“Apa yang kita lakukan ini sangat rasional, karena infrastruktur telah selesai. Juga Terkait persoalan petani telah terjawab dengan KPM (Kartu Petani Mandiri),” Anna menjelaskan.

Menanggapi Raperda Dana Abadi yang hanya memuat 14 pasal, menurutnya tidak memjadi persoalan. Yang  terpenting secara kajian akademik dan sarat adanya dana abadi sudah terpenuhi. Antara lain dengan memperhatikan fasilitas fiskal dan sudah memenuhi fasilitas layanan publik dasar seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

“Terkait teknis, tentu akan ada regulasinya kemudian. Selain itu, secara umum kemiskinan di antaranya disebabkan rendahnya tingkat pendidikan,” demikian Anna menambahkan.

Acara ditutup dengan bacaan hamdalah, tepat pukul 16.00, oleh Sekretaris KSK yang merangkap moderator, meski dibilang tidak terbiasa sebelumnya.

Facebook Comments

POST A COMMENT.