Breaking News
- Guru MenulisAnak Pemarah Gak Bakal Jadi Orang Sukses?
- NewsUNP Bugar, Bukan Sekadar Senam Bersama
- HeadlineUnram dan Pemkot Bima Kerja Sama Penguatan SDM Kesehatan
- NewsMahasiswa UNY Gagas ‘Sekolah Tanpa Bullying’
- NewsProdi Ikom Umpo Gelar Workshop Film Dokumenter dan Fiksi
- FokusJago Strategi, Dio Lutvi Jadi Google Student Ambassador
- Kabar SekolahSantri Baitul Arqam Berlatih Bahasa Inggris di Unmuha
- HeadlineUncen Gandeng PT AM Jayapura Produksi AMDK
- NewsKP2KP Nunukan Gelar Sosialisasi Coretax di PNN
- NewsPohon Tumbang Timpa Kabel PLN di Unkhair
Mendongeng untuk Meneteskan Karakter Kejujuran pada Kalbu Anak
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Karena beberapa saat lalu ada sekolah yang menampilkan drama ‘The Boy Who Cried Wolf’ karya Aesop, saya jadi ingin menulis tentang peran dongeng untuk membentuk karakter anak. Dongeng karya Aesop itu berkisah tentang ketidakjujuran dan dampaknya. Dikisahkan, ada seorang anak laki-laki yang ditugasi menggembalakan kawanan domba di suatu desa.
Read More

