ITS Kembangkan Surabaya Design Center

mepnews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berinovasi di bidang kreativitas seni. Lewat tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) yang terdiri dari beberapa dosen Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), ITS berkolaborasi untuk mengembangkan Surabaya Design Center (SDC).

SDC di Jalan Kayoon, Surabaya. Ini co-working space milenial untuk mendesain busana mode, perhiasan, aksesoris, dan multimedia. Proyek ini diresmikan penggunaannya pada Sabtu 17 Juni 2023 dan dikoordinasi oleh Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI) ITS.

Dr Arman Hakim Nasution (berdiri) menjelaskan konsep Surabaya Design Center (SDC) di hadapan tamu undangan.

Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng, Ketua PKKPBI ITS,  mengatakan SDC ini terbuka. Tidak hanya untuk mahasiswa atau pakar, juga untuk siswa SMA/SMK maupun masyarakat umum lainnya yang tertarik di bidang desain.

Arman berharap co-working space ini dapat menjaring kaum milenial kreatif, mahasiswa maupun tidak, dan mempertemukan mereka untuk mempromosikan kolaborasi seni. “Dengan ini kami berharap dapat lebih menggerakkan seni dan budaya di masyarakat,” ujar dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS ini.

Untuk mewadahi kreativitas kaum milenial, SDC dilengkapi beberapa alat yang memadukan teknologi dengan seni. Ada 3D printer, headset virtual reality (VR), dan lain sebagainya. Alat-alat

Seorang mahasiswi memperagakan headset virtual reality (VR) di SDC.

ini diharapkan dapat membantu para pengguna co working space dalam merealisasikan kreativitas seni secara fisik maupun virtual.

SDC juga menawarkan event-based education kepada masyarakat umum yang bertujuan memberikan edukasi untuk memahami desain lebih mendalam. SDC menyelenggarakan berbagai acara seru, seperti membatik dan mewarnai, agar masyarakat lebih mengerti seni desain.

Untuk sekarang, menurut Arman, SDC masih merupakan hasil luaran abmas yang harapannya dapat membantu masyarakat sekitar. Namun, Arman berharap SDC dapat berkembang menjadi franchise bisnis yang menguntungkan agar SDC dapat berdiri sendiri tanpa pembiayaan dari luar.

Demi mencapai tujuan ini, ITS berencana membuka design center serupa di kota-kota lainnya secara nasional melalui kolaborasi dengan berbagai pihak atau perguruan tinggi lainnya. Upaya ini dipelopori Asosiasi Dosen Integrator Desa (Adides) yang terdiri dari para dosen beberapa perguruan tinggi di luar ITS.

“Sementara masih berfokus untuk mengembangkan di Jawa dan Bali,” tutur Arman. (Kevin Bahari Pratama)

Facebook Comments

Comments are closed.