mepnews.id – Sesaat, selasar Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya (Ubaya) Kampus II Tenggilis, seolah berubah menjadi Harajuku pada Minggu 28 Mei 2023. Seperti di Jalan Takeshita, selasar ini diwarnai para cosplayer dan seni jalanan dengan mode busana khas.
Ah, ternyata Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Japanese Culture berkolaborasi dengan UKM Musik Ubaya mengadakan Japanese Festival. Berisi aneka lomba seperti menyanyi dan musik, acara ini untuk wadah kreativitas bagi mereka yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Jepang.
Situs resmi ubaya.ac.id mengabarkan, Japanese Festival dilaksanakan secara offline dan dihadiri ratusan pengunjung dari khalayak umum. Tampak hadir, Dr Dra Christina Avanti MSi Apt Wakil Rektor III Ubaya dan Remy Giovanny Mangowal SKom MT dosen Program Studi Teknik Informatika Ubaya sekaligus Pembina UKM Japanese Culture.
Japanese Festival kali ini mengusung tema ‘HOTS: Haru no Ongaku ni Tsutsumareru Sekai’ (Dunia yang dikelilingi oleh musik musim semi).
“Tahun lalu, kami mengadakan digital art workshop secara online bagi mereka yang memiliki ketertarikan menggambar,” jelas Mutiara Anjelika, mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2021, selaku Wakil Ketua Acara. “Tahun ini, festival.”
Festival musik bertemakan budaya Jepang ini mengundang beberapa bintang tamu, antara lain Idolize dan Baby Metal Surabaya.
Japanese Festival juga menghadirkan beberapa lomba yang bisa diikuti pengunjung. “Ada J-Song, yaitu menyanyi lagu berbahasa Jepang. Ada lomba coswalk atau fashion show dengan costume play (cosplay), dan lomba makan,” tutur Mutiara.
Coswalk bertujuan menampilkan kreasi mahasiswa menggunakan kostum menyerupai karakter favorit mereka. “Semua lomba yang dihadirkan di Japanese Festival ini kami buka secara umum. Jadi, pengunjung bisa langsung mendaftarkan diri,” ucap Mutiara.
Selain bermacam penampilan dan lomba, berbagai stan juga dihadirkan untuk kesenangan para pengunjung. “Kami berharap pengunjung dapat menikmati rangkaian acara yang telah dipersiapkan dan bisa bersenang-senang bersama,” kata Mutiara.
Acara ini telah dipersiapkan sejak Februari 2023 agar berjalan dengan lancar dan maksimal. “Semoga Japanese Festival bisa menjadi wadah pengembangan kreativitas para pengunjung, terutama mahasiswa ,” harap Mutiara. (ket,dhi/vnd/4308)


