mepnews.id – Salah satu keuntungan berkuliah di luar negeri adalah mendapat kesempatan mendalam memaknai toleransi budaya maupun agama. Hal tersebut dirasakan Avilla Nadhif Firjatullah, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mendapatkan beasiswa Erasmus dan sekarang menjalani pertukaran mahasiswa di WSB University Poznan, Polandia.
Villa, sapaan akrabnya, menceritakan bagaimana ia belajar toleransi sebagai minoritas. Sejak kecil, ia dibesarkan di lingkungan masyarakat mayoritas muslim. Di Polandia, ia harus berhadapan dengan kenyataan banyaknya gereja baru dan klasik peninggalan sejarah.
Bahkan, suatu ketika, Villa diajak datang ke gereja karena temannya tidak pernah melihat ia beribadah ke gereja. Tentu saja itu tidak dilakukan Villa karena muslim. “Saya sempat mengobrol dan sesekali bercanda dengan mereka yang beribadah di gereja,” begitu ungkapnya lewat situs resmi umm.ac.id.
Villa berpendapat, Poznan kota yang tidak begitu besar. Penduduknya hanya 500ribuan. “Meksi begitu, saya jatuh cinta pada Poznan dengan suasana dan toleransinya,” kata mahasiswa asal Tuban itu.
Saat punya waktu luang, Villa menyempatkan diri mengunjungi beberapa destinasi dan mencoba berbagai makanan lokal. Salah satu yang ia sukai adalah pierogi makanan khas yang sering dihidangkan untuk menerima tamu atau acara adat.
“Ini mirip pastel yang dijual di Indonesia. Biasanya diisi kentang, daging ayam, dan sayur-sayuran. Kadang berisi selai buah-buahan seperti stroberi, prem, lainnya. Alhamdulillah, rasanya bisa diterima lidah saya,” ujarnya.
Selama di Poznan, Villa lebih sering memasak sendiri. Ia berhati-hati memilih makanan di antara kebiasaan kuliner mayoritas penduduk non-Islam. Beruntung, ia mudah mencari bahan makanan halal dan sehat. Bahkan ia menemukan makanan impor dari negara-negara muslim.
Menjalani hari jauh dari rumah juga tidak semenyeramkan yang ia bayangkan. Apalagi saat tahu biaya hidup di Poznan cukup terjangkau. Ditambah lagi akses, transportasi, dan fasilitas yang bisa menyalurkan hobinya menjelajahi kota bahkan hingga luar Poznan.
Ia berpesan ke anak-anak muda untuk berani mencoba hal baru dan tidak takut gagal. Siapa tahu hal yang awalnya dikira gagal malah membawa ke keberhasilan. “Harus bisa melewati proses dan berani mencoba. Kalau tidak dicoba, mana bisa tahu hasilnya akan seperti apa?” tegasnya. (ril/wil)


