Yuk, Ajari Anak Menghormati Orang Lain

oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Saat santai menjelang acara buka bersama, beberapa teman curhat tentang situasi terkini. Yang gemar politik menggambarkan bagaimana politisi satu memaki-maki lawan politiknya. Yang gemar sinetron menceritakan pemeran kaya menghardik pemeran miskin. Yang gemar isu sosial dunia nyata menceritakan bagaimana orang meremehkan kebutuhan orang lain. Yang kerjaannya keliling jalan menceritakan kekesalannya pada pengemudi yang ugal-ugalan dan nyetir seenaknya sendiri.

Pendeknya, cerita teman-teman itu bermuara pada satu titik; adanya kondisi orang tidak menghormati atau menghargai orang lainnya. Tentu saja, yang mereka contohkan itu hanya kasus-kasus. Pada umumnya, jauh lebih banyak orang yang menghormati orang lain. Tapi, satu atau dua kasus saja bisa membuat tidakan tidak menghargai itu jadi lebih tampak nyata.

…………

Pembaca yang budiman, ada begitu banyak hal yang bisa kita bahas tentang menghormati atau menghargai orang lain. Namun, kali ini saya lebih fokus bagaimana mendidik anak untuk sejak dini memahami perlunya menghargai orang lain dan kelak bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menunjukkan rasa hormat kepada orang lain melibatkan sikap positif dan sopan dalam interaksi dengan orang lain. Rincian praktinya bisa sangat banyak. Antara lain; berbicara dengan sopan, memperlakukan orang lain dengan baik, menghormati perbedaan, mempertimbangkan perasaan orang lain dalam setiap keputusan, bersedia mendengarkan pandangan orang lain, memberikan apresiasi atas prestasi dan kontribusi orang lain, dan sebagianya.

Cara paling pas untuk mendidik anak menunjukkan rasa hormat kepada orang lain adalah memberi contoh. Orang tua atau pengasuh harus terlebih dulu terbiasa menghargai orang lain dalam keseharian. Bukan hanya pada sesama orang dewasa tapi juga pada anak-anak. Contoh nyata dari orang tua ini akan jadi tauladan bagi anak.

Berikutnya, ajarkan etika dan nilai-nilai menghargai orang lain pada anak. Setelah mencontohkan perilaku tertentu pada anak, jelaskan mengapa itu harus dilakukan. Misalnya, setelah memberi kesempatan mobil ambulans mendahului, kita jelaskan pada anak bahwa di dalamnya ada nyawa yang perlu diselamatkan. Pada saat ini, orang tua atau pengasuh bisa memberi pelajaran secara real time yang lebih mudah dipahami dan diingat anak.

Jangan lupa, buat aturan-aturan jelas dalam keluarga terkait rasa menghargai orang lain. Aturan-aturan ini berlaku untuk seisi rumah. Kalau aturannya jelas, maka itu dapat membantu anak memahami apa yang diharapkan dari dia saat berinteraksi dengan orang lain. Kalau anak bisa melakukannya, beri penghargaan. Setidaknya, ucapkan secara verbal bahwa perilakunya membanggakan. Kalau anak gagal melakukannya, beri peringatan.

Melalui pendekatan yang positif dan konsisten, orang tua atau pengasuh dapat membantu anak-anak menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dan membangun hubungan interpersonal yang positif dan sehat.

Yang patut dicatat, ada begitu banyak efek positif dari kebiasaan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain terutama dalam hubungan sosial.

Ketika anak menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, ia akan merasa lebih baik tentang dirinya sendiri dan jadi berkeyakinan bahwa ia memiliki kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat dan positif. Mengapa? Ketika orang lain merasa dihargai dan dihormati, ia cenderung bisa membentuk perasaan positif dengan si anak. Respons timbal balik itu bisa memberi keyakinan pada anak.

Ketika bisa menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, anak akan merasa lebih bahagia. Dalam tubuhnya, mengalir hormon oksitosin setelah melakukan tindakan sosial tertentu. Hormon ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa bahagia. Maka, saat anak bisa membantu orang lain, bisa membahagiakan orang lain, bisa mengurangi masalah orang lain, itu juga bisa memberi rasa kepuasan tersendiri pada anak.

Menunjukkan rasa hormat juga dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial positif. Antara lain kemampuan berkomunikasi dengan baik, memahami perasaan orang lain, dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Kelak ini akan sangat membantu perkembangan anak di masa dewasa.

 

Facebook Comments

Comments are closed.