Tim Dosen UNY Gandeng Wuling Motors

mepnews.id –  Tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta bekerjasama menawarkan solusi untuk mengatasi hambatan yang dihadapi PT SGMW Sales Indonesia sebagai penjual mobil merek Wuling. Tim dosen terdiri dari Ibnu Siswanto PhD, Prof Herman Dwi Surjono, Prof Setyabudi Indartono, Prof Herminarto Sofyan, Dr Zainal Arifin, Dr Deni Hardianto, dan Ayu Sandra Dewi MPd dibantu mahasiswa memberikan pelatihan Training Teknisi & Customer Care untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada layanan aftersales. 

Dipaparkan situs resmi uny.ac.id, Wuling Motor Indonesia terdiri dari PT Wuling Motor Indonesia dan PT SGMW Sales Indonesia. Penjualan PT SGMW Sales Indonesia mengalami kenaikan sejak 2017. Pada 2021, penjualan kendaraan mencapai 23.290 unit dan tahun 2022 meningkat jadi 33.000 unit. Karena penjualan makin meningkat, PT Wuling Motor Indonesia bertekad memberikan layanan purna jual dengan memperbanyak bengkel penjualan dan perawatan kendaraan.

Jumlah SDM untuk memberikan layanan aftersales di PT SGMW Sales Indonesia ada 521 orang pada 2020, 611 orang pada 2021, dan 792 orang pada 2022. Training PT SGMW Sales Indonesia saat ini dilaksanakan terpusat di Fasilitas Training di Jakarta yang memiliki kapasitas 3 kelas per training. Instruktur diberikan kepada pihak ketiga (vendor) melalui proses penawaran terbuka.

Ibnu Siswanto, selaku Ketua Pelaksana, menyebut hambatan yang muncul pada kegiatan training PT SGMW Sales Indonesia. Pertama, fasilitas training terpusat di Jakarta kapasitasnya terbatas. Ketika harus menghadirkan peserta training dari luar Jakarta, tentu membutuhkan biaya transportasi, akomodasi, dan pelatihan yang tinggi. Kedua, vendor pemenang tender 5 tahun terakhir ini memiliki keunggulan dari sisi manajerial tetapi lemah dalam sisi keteknikan. Ketiga, PT SGMW Sales Indonesia kesulitan membuat media promosi dan training tentang mobil listrik

Salah satu rencana strategis PT SGMW Sales Indonesia adalah memberikan layanan terbaik pada konsumen dengan cara pengembangan 5 regional training center di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. “Supaya lima regional training center tersebut dapat memberikan layanan pelatihan berkualitas dan terstandar, diperlukan sistem yang integral dengan dukungan Learning Management System (LMS),” kata Ibnu.

Deni Hardianto memaparkan kerjasama ini mendapatkan pendanaan dari Matching Fund-Kedaireka Kemendikbudristek. “Kegiatan yang dilakukan adalah pengembangan LMS, pengembangan media animasi untuk mobil listrik Wuling, training teknisi dan customer care, magang industri serta praktisi mengajar di kampus,” ungkapnya. 

SDM untuk layanan aftersales di PT SGMW Sales Indonesia mendapatkan training meningkatkan kualitas. Ada lima jenis yaitu training Teknisi, training Service Advisor (SA), training Service Manager, training Spare Part, dan training Customer CareTim Matching Fund UNY, setelah berkoordinasi dengan mitra dari PT SGMW Sales Indonesia, melaksanakan training untuk teknisi dan customer care.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan produk kendaraan listrik yang dikembangkan tim Garuda UNY, dasar-dasar perawatan dan perbaikan kendaraan. Untuk customer care, diberikan materi bagaimana menghadapi pelanggan dan bagaimana menyiapkan diri mulai dari cara berpakaian, merias diri, dan gestur tubuh.

Tim matching fund UNY juga menyampaikan materi tentang transformasi digital yang berisi perubahan berbagai macam layanan berbasis digital serta optimalisasi data-data digital yang dapat dipergunakan untuk menentukan produk layanan tepat untuk konsumen PT SGMW Sales Indonesia. 

Peserta magang terdiri dari 8 mahasiswa yakni 7 dari prodi Pendidikan Teknik Otomotif dan 1 dari prodi Tata Rias. Mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti magang yang memberikan pengalaman secara langsung kegiatan dan atmosfer suasana kerja industri. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman melakukan inovasi dalam rangka improvement di dunia kerja. Industri mendapatkan manfaat berupa SDM mahasiswa yang dapat membantu kegiatan. Keberadaan mahasiswa magang memberikan manfaat dengan inovasi yang dilakukan.

Tiga praktisi dari PT SGMW Sales Indonesia juga memberikan kuliah di UNY secara offline dan hybrid learning. Mereka adalah Jumali, Robinson Fernando dan Salsahela Mutiara. Peserta mata kuliah praktisi industri adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Berkat Matching Fund ini perguruan tinggi mendapatkan manfaat tambahan jaringan kerjasama serta potensi yang dapat dipergunakan untuk pengembangan karir lulusannya. Mitra industri mendapatkan manfaat bisa lebih memperkenalkan produk serta menyampaikan kebutuhan SDM seperti apa yang dapat berkarir di PT SGMW Sales Indonesia. Mahasiswa mendapatkan ilmu baru tentang kompetensi yang dibutuhkan di industri serta bagaimana strategi mengembangkan karir di PT SGMW Sales Indonesia. (Dedy)

Facebook Comments

Comments are closed.