Bersih-bersih Pantai saat Kuliah di Dublin

mepnews.id – Aldila Putri Syarifah, mahasiswa Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga, mendapatkan kesempatan mengikuti program Indonesian Internasional Student Mobility Awards (IISMA) di University College Dublin (UCD) tahun 2022.

Ia mengambil mata kuliah Discovering Ireland Landscape, Discovering Ireland Geology, Introduction to Film and Media, Dublin: it’s Museum and collections, dan Gamelan Ensemble.

Aldila

Selama mengikuti program, Adila mendapatkan berbagai pengalaman menarik. Mulai dari menjalankan challenge program hingga merasakan perbedaan sistem akademik di Irlandia.

Pertama, membuat acara bertema ‘Heroes Challenge‘. Kedua membuat acara bekerja sama dengan komunitas lokal di kota Dublin.

Untuk heroes challenge, Aldila bersama awardees University College Dublin membuat Malam Nusantara pada 21 Oktober 2022. Acara itu untuk memperkenalkan wajah Indonesia.

Ada makanan tradisional, permainan tradisional, ada booth tebak-tebak nama pahlawan Indonesia, hingga pameran barang-barang endemik. Antara lain; wayang kulit, wayang golek, keris, dan buku-buku cerita lokal.

“Yang datang bukan cuma dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di UCD, tapi juga mahasiswa lokal. Seneng banget. Target cuma 80 peserta, tapi yang datang sampai 100 peserta,” ujar Aldila.

“Teman-teman dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Irlandia juga sangat membantu. Mulai minjemin baju tari tradisional sampai membantu saat acara,” tambahnya.

Untuk challenge kedua, Aldila dan awardees University College Dublin bekerja sama dengan ‘Flossie and The Beach Cleaners Community’ membersihkan Killiney Beach.
Acara bersih pantai itu mengungkapkan, walau Dublin memiliki pantai bersih, tapi masih banyak komunitas terbentuk untuk peduli kebersihan pantai.

“Ketika aku dan teman-teman menjadi volunteer, kami mengenakan baju batik sebagai identitas dan memperkenalkan ke mereka terkait batik Indonesia,” ujarnya.

Aldila juga mengisahkan perbedaan sistem akademik di University College Dublin dengan di Indonesia, tertutama dari penggunaan waktu di kelas.

“Biasanya di Indonesia, 3 atau 2 SKS bisa 2 jam. Di sana, setiap pertemuan kelas cuma 50 menit. Kelas terasa cepet banget. Kalau di sini, biasanya ada pembukaan sedikit terus mulai kelas. Di sana, langsung,” ucapnya.

Ada kelas tutorial yang isinya belasan mahasiswa. Kalau aku, bersama 16 mahasiswa. Kelas tutorialnya buat diskusi, menyampaikan pendapat, dan banyak lagi.

Facebook Comments

Comments are closed.