mepnews.id – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur mengadakan kejuaraan Piala Rektor Serie 1 2023 di Lapangan New Kampret, Menganti, Gresik, 17-19 Maret 2023. Kejuaraan ini melibatkan kategori double putra, double putri, single putra, single putri, yang diikuti 96 tim.
Ketua Pengprov FOPI Jatim, Prof Dr Nurhasan MKes, mengatakan kejuaraan diadakan untuk mengetahui kemampuan atlet serta meningkatkan kompetensi para atlet se-Jawa Timur. “Puncaknya, sebagai persiapan Pra-PON 8-15 Juli di Tabanan, Bali,” kata dia, sebagaimana dikutip situs resmi unesa.ac.id.
Petanque sedang berkembang sehingga Indonesia perlu terus mematangkan para atlet. Salah satunya lewat kompetisi seperti ini. Dia optimistis, Indonesia bisa menyaingi negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia yang kerap juara dunia petanque.
“Kompetisi ini salah satu cara menjaring dan meningkatkan kemampuan para atlet sehingga bisa matang mengikuti kejuaraan tingkat Asia bahkan dunia,” ucap Nurhasan, yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya itu.
Kejuaraan Piala Rektor bakal berkelanjutan. Setelah Serie 1, ada Serie 2 yang diselenggarakan 10-12 April 2023 dan Serie 3 alias mastes series pertama pada 2-4 Juni. Terakhir, Serie 4 alias master series kedua diadakan 25-27 Agustus memperebutkan piala Gubernur Jawa Timur.
Hasil Serie 1, kategori double putra, juara 1 atlet dari Banung 1, juara 2 atlet dari NPC 2, juara 3 atlet dari Mayangkara 1. Untuk kategori double putri, juara 1 atlet dari Banung 2, juara 2 atlet NPC 1, dan juara 3 atlet Majapahit. Kategori single putra, juara 1 atlet dari NPC 1, juara 2 atlet dari Banung 5, dan juara 3 atlet dari Ronggolawe 4. Kategori single putri, juara 1 atlet dari NPC 1, juara 2 dari Majapahit 1, dan juara 3 atlet Wong Rowa 2.
Lavio Defitra Cristianto, pemenang asal Kediri, mengaku tidak menyangka memenangkan pertandingan ini. Setelah rutin latihan di (Nusantara Petanque Club), ia merasa lega bisa juara. Dia berkeinginan menjadi atlet internasional.
“Untuk atlet muda yang belum pernah juara atau belum ikut kejuaraan, jangan berkecil hati. Perjuangan masih panjang. Kita harus lebih kerja keras dan lebih giat latihan agar bisa menjadi yang terbaik,” kata Lavio. (Fionna Ayu Shabrina/Lina Lubaba)


