mepnews.id – Jani Purnawanty, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), meraih Grant Southeast Asia Journalist-Scientist Hub Impact Seed Funding (ISF) 2022 dari Pulitzer Center.
ISF adalah program perdana yang diselenggarakan Pulitzer Center. Program tersebut bertujuan melakukan diseminasi karya-karya jurnalisme Rainforest Investigations Network dan Rainforest Journalism Fund melalui sinergi antara jurnalis dan akademisi.

Jani Purnawanty raih Grant Impact Seed Funding dari Pulitzer Center.
Jani mengusulkan proyek bertajuk Education on Community Involvement in Forest Issues using the Massive Open Online Course (MOOC). Proyek tersebut akan diwujudkan melalui pembuatan MOOC tema populer, yaitu ‘Carbon Trading dan Pelestarian Hutan’ serta ‘Masyarakat Adat dan Pelestarian Hutan’.
“Unair melalui Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) telah lama mengembangkan MOOC berbasis mata kuliah yang ditawarkan di prodi atau berbasis tema populer untuk masyarakat luas yang berminat mempelajari suatu isu secara mandiri,” ucap Jani.
“Isu lingkungan, seperti konservasi hutan, karbon, dan masyarakat adat di kawasan hutan adalah isu yang penting untuk dipahami banyak orang. Pendidikan publik yang lebih luas dapat dilakukan secara efektif melalui skema MOOC yang dirancang untuk memperkaya dan melengkapi bahan belajar mandiri bagi masyarakat,” tambahnya.
Kemudian, gagasan tema tersebut muncul sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Indonesia yang menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan Paris Agreement sebagai wujud keseriusan Indonesia menjadi bagian dari gerakan global penyelamatan bumi dari kerusakan. Salah satu mekanisme mencegah terjadinya kerusakan adalah dengan menekan tingkat emisi karbon dan mempertahankan kelestarian hutan.
Mengingat masyarakat adat di Indonesia bermukim di dalam hutan dan hidup dari hasil hutan, maka peran masyarakat adat dalam pelestarian hutan sangat strategis. Ketika pemerintah mengatur dan mengelola hutan, maka pemerintah harus melibatkan masyarakat adat. Selama ini masyarakat adat lah yang dengan kearifannya telah menjaga dan mengelola hutan.
“Salah satu permasalahan yang akan dikupas dalam MOOC ‘Carbon Trading dan Pelestarian Hutan’ adalah kaitan pentingnya meningkatkan pelestarian hutan dalam skema carbon trading. Sedangkan dalam MOOC ‘Masyarakat Adat dan Pelestarian Hutan’ akan membahas peran masyarakat adat dalam penanganan isu global warming dan climate change,” jelasnya.
Secara pribadi, Jani menyampaikan bahwa memperoleh grant dari institusi berkaliber Pulitzer Center merupakan pencapaian besar. Namun, yang lebih penting adalah melalui penghargaan ini almamater Universitas Airlangga telah tercatat dalam data Pulitzer. (*)


